Jumat, 20 Oktober 2017 | 03:09:16 WIB

Perusahaan Biarkan Karyawannya dari Jamsostek di Ternate

Selasa, 8 November 2016 | 00:33 WIB
Perusahaan Biarkan Karyawannya dari Jamsostek di Ternate

Ilustrasi - BPJS Ketenagakerjaan. (FOTO: IST/LINDO)

TERNATE, LINDO - Insiden Pemanfaatan tenaga kerja lokal di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara hingga saat ini masih saja terjadi, padahal pemerinta telah mengeluarkan aturan terkait ketenaga kerja sudah cukup baik.

Informasi yang di himpun LINDO kepada beberapa orang karyawan, pada umumnya mereka mengatakan bahwa sebanyak 100 orang yang bekerja di PT. Asri Nugroho Groub dan PT. Silga hingga saat ini belum memiliki Jaminan Kesehatan Ketenagakerjaan.

"Kami karyawan kurang lebih 100 orang yang bekerja di PT. Asri Nugroho Groub dan PT. Silga, hingga saat ini belum memiliki Jaminan Kesehatan Ketenagakerjaan, padahal sudah berulang kali kami di beritahu oleh pemilik perusahaan bernama Sunanto (Nanti), informasi ini bapak Sunanti sudah memberi tahu kami dari perusahaan ini masih berstatus UD, dan hingga perusahaan berubah status menjadi PT pun Jamsostek belum juga muncul, jadi kami hanya menerima janji-jani kosong," kata seorang pekerja yang berinisial RD.

RD juga menambahkan, pada suatu saat pernah bapak Nanto mengurus Jamsostek tapi itupun karna keperluan dalam mengalihkan status perusahaan sehingga dia mengurusi jamsostek tersebut.

"Yang dia urus hanya dua orang saja, karna sudah pernah terjadi salah satu teman waktu kecelakaan di saat bekerja dan biaya pengobatan di tanggung sendiri oleh korban dan pemilik perusahaan bapak Nanto hanya mengatakan dia tidak tau tentang itu, sehingga kami pun takut jangan sampai kami yang kenah musibah dan pemilik perusahaan pun membiarkan kejadian itu," paparnya.

Untuk itu mereka berharap pada pemerintah daerah agar bisa menegaskan kepada pemilik perusahaan agar bisa membuat Jamsostek. Jika mereka tidak mau membuat maka pemerintah harus segera mencabut ijin oprasional kerja.

"Kami mengharapkan kepada pihak pemerintah agar bisa berikan penegasan kepada pemilik perusahaan agar mereka mau mengurusi Jamsostek kami. Kalau perusahaan makin membandel maka pemerintah bila perlu mencabut ijin oprasional kerja. Kami masuk kerja pun tanpa syarat dan persyaratan kerja," tutur RD dengan nada penuh kesal. (FAISAL)

EDITOR : EDITOR : AHMAD DAILANGI

Berita Terkait

Baca Juga