Rabu, 22 November 2017 | 10:26:52 WIB

Pererat Silaturahmi Dengan Ulama, Danramil 04/Cengkareng Sowan Ke KH. Mahfudz Asirun

Rabu, 16 November 2016 | 10:51 WIB
Pererat Silaturahmi Dengan Ulama, Danramil 04/Cengkareng Sowan Ke KH. Mahfudz Asirun

Danramil 04/Cengkareng Kapten Inf. Misin MD menyambangi tokoh agama Kecamatan Cengkareng, Kyai Haji Mahfudz Asirun. (FOTO : KODIM0503/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Komandan Koramil (Danramil) 04/Cengkareng, Kodim 0503 Jakarta Barat (JB) Kapten Inf. Misin MD menyambangi tokoh agama Kecamatan Cengkareng, Kyai Haji Mahfudz Asirun, di kediamannya, Kompleks Ponpes Al-Itqon, Duri Kosambi, Cengakreng, Jakarta Barat (Jakbar), Selasa (15/11).

“Silaturahmi ini bertujuan untuk mempererat dan membangun hubungan emosional antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan tokoh agama, agar tidak mudah terpancing dan terprovokasi oleh isu Suku, Adat, Ras dan Agama (SARA) yang belakangan ini selalu dikobarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.  Kita menginginkan wilayah Cengkareng tetap aman dan kondusif,” terang Kapten Inf. Misin MD.

KH Mahfudz Asirun, adalah salah seorang tokoh Agama yang mempunyai pengaruh besar di wilayah Cengkareng sekaligus sebagai Rois Syuriah NU Jakarta Barat, dan Penasehat MUI Jakbar.

Menurut KH Mahfudz Asirun, para santri Ponpes Al-Itqon tetap berada pada jalur norma-norma agama, menjalin persaudaraan yang kuat dan saling toleransi, hidup rukun damai yang di contohkan oleh junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

Sebagi alumni Pondok Pesantren An-Nida Al-Islamy Bekasi Timur pimpinan Syaekh Muhammad Muhajirin bin Amsar ad-Dari,  KH. Mahfudz Asirun adalah anak ke-2 dari 7 bersaudara dari pasangan KH. Asirun bin H. Selong dan Hj. Marfuah binti H. Mukhtar.

Ayah beliau adalah seorang Guru ngaji di Duri Kosambi, Cengkareng Jakarta Barat, sementara kakeknya H. Selong dikenal sebagai tokoh masyarakat Cengkareng pada masanya.

KH. Mahfudz Asirun lahir di Jakarta 1 Maret 1954.  Setelah tamat MI, KH. Mahfudz Asirun tidak melanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi, tetapi beliau ikut berdagang ke pasar dengan berjualan beras.  Sepulang berjualan, beliau pergi mengaji kepada beberapa mu’allim di sekitar Duri Kosambi, diantaranya adalah KH. Muhammad Arsyad, KH. Ahmad Zaini, KH. Hadromi, KH. Abdul Hamid dan KH. Abdul Mubin yang dilaksanakan di rumah-rumah para mu’allim/guru dengan metode bandongan atau sorogan.

EDITOR : ARMAN R

Berita Terkait

Baca Juga