Kamis, 18 Januari 2018 | 07:01:03 WIB

Mahasiswa ISTA Dapat Pencerahan Wawasan Kebangsaan Dari Kasdim 0503/JB

Rabu, 16 November 2016 | 18:38 WIB
Mahasiswa ISTA Dapat Pencerahan Wawasan Kebangsaan Dari Kasdim 0503/JB

Kasdim 0503/JB Mayor Inf. Davit Sirait memberikan materi Wawasan Kebangsaan kepada mahasiswa Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal (ISTA). (FOTO : KODIM0503/LINDO)

JAKARTA, LINDO – Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0503/Jakarta Barat (JB) Mayor Inf. Davit Sirait mewakili Komandan Kodim (Dandim) 0503/JB Letkol Inf. Wahyu Yudhayana, memberikan materi Wawasan Kebangsaan dengan tema "Pentingnya Wawasan Kebangsaan Mengantisipasi Disintegritasi Bangsa", kepada sekitar 200 Mahasiswa Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal (ISTA), yang dilaksanakan di Kampus Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal, Jalan Kedoya Raya No. 2, Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar), Rabu (16/11).

Acara tersebut dihadiri Rektor  Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal (ISTA)Dr. Dede Rukmayadi ST. MSi, Komandan Koramil (Danramil) 05/Kebon Jeruk Kapten Inf. Sunarjo, Raden Muhammad Zuhryanto SE (Wakil Rektor Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal) dan Dosen serta karyawan ISTA.
 
Pada acara tersebut Kasdim 0503/JB Mayor Inf. Davit Sirait mengatakan, Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia yang kaya raya, mengundang banyak negara yang ingin memamfaatkan kekayaan alam Indonesia untuk kepentingan mereka (negara asing).

Untuk merebut kekayaan SDA Indonesia, negara asing pada masa kini tidak lagi menggunakan perang konvensional yang banyak mengandung resiko yang besar dan berakibat kehancuran fatal pada negara yang dituju.

“Pada masa kini, perang yang dilakukan negara asing kepada Indonesia adalah Proxy War yaitu perang yang menggunakan pihak ketiga (non state) namun dikendalikan oleh state (negara) untuk menghindari konfrontasi, yang bertujuan untuk melemahkan sendi-sendi kehidupan bidang Politik, Ekonomi, Sosial, budaya, Pertahanan, dan Keamanan (Polesosbudhankam),” jelas Kasdim 0503/JB.  

Perang Proxy War ini lanjutnya, tidak dapat dikenali dengan jelas siapa kawan dan siapa lawan, karena musuh mengendalikan pihak ketiga (non state) dari jauh.  Kasdim 0503/JB menjelaskan bentuk dan indikasi Proxy War di Indonesia, seperti gerakan sparatis, demonstrasi massa, peredaran narkoba, bentrok antar kelompok dan lainnya.

Seperti Proxy War melalui peredaran narkoba yang menurutnya, dilakukan musuh untuk merusak generasi muda Indonesia, sehingga bangsa Indonesia, sehingga Bangsa Indonesia di masa depan tidak memiliki generasi yang berkualitas tinggi.

Terkait hal itu kata Mayor Inf. Davit Sirait menyatakan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah melakukan kerja nyata dalam mengantisipasi Proxy War, seperti kegiatan Bela Negara, penyuluhan kepada masyarakat, prestasi dunia di bidang kemiliteran, kegiatan bakti TNI kepada masyarakat, penyiapan pangan dan jamban bagi masyarakat dan kegiatan lainnya.

Sementara itu Rektor Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal (ISTA) Dr. Dede  Rukmayadi ST. MSi menyampaikan terima kasih dengan acara pemberian materi Wawasan Kebangsaan oleh Kodim 0503/JB yang tentunya sangat berguna bagi mahasiswa ISTA dalam menghadapi era globalisasi ini.

“Mahasiswa ISTA ini rata-rata adalah karyawan, jadi tidak berpikir untuk mengikuti demo-demo seperti mahasiswa yang biasanya,” ujar Dede Rukmayadi.  

Dengan beberapa kejadian yang ada saat ini dengan isyu-isyu yang dapat memecah-belah keantaran umat beragama, ia berharap mahasiswa memahami wawasan kebangsaan dan tidak mudah terprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Berita Terkait