Selasa, 17 Juli 2018 | 08:50:51 WIB

Dandim Berikan Pembekalan Wawasan Kebangsaan Diponpes di Bangkalan

Senin, 21 November 2016 | 20:00 WIB
Dandim Berikan Pembekalan Wawasan Kebangsaan Diponpes di Bangkalan

(FOTO: Penrem 084/BJ/LINDO)

BANGKALAN, LINDO - Komandan Kodim (Dandim) 0829/Bangkalan Letkol Infanteri Sunardi Istanto pada Senin (21/11) siang mensosialisasikan wawasan kebangsaan dengan mengangkat tema "Mari kita Berjuang dan Bergotong Royong sebagai Bangsa Pemenang" di Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatuloh Almuhajirin Paserean Bawah, Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Acara itu di ikuti dari santri pondok pesantren dan banser serta mayarakat setempat sebabnyak 1200 orang. 

Dalam kegiatan tersebut, Dandim menyampaikan tentang awal sejarah perlawanan era kerajaan terhadap penjajah bangsa Indonesia serta situasi yang dihadapi pada saat itu oleh pahlawan daerah, seperti Pangeran Antasari, Diponegoro, Trunojoyo dan lainnya. Intinya, Dandim memberikan motivasi kejuangan kepada rakyatnya.

Materi lainnya tentang situasi perlawanan para nasionalis yang dipelopori Soekarno dan Moh Hatta serta para tokoh pemuda saat itu. Intinya perlawanan selain perang untuk disuarakan ke dunia Internasional atau mengkonter manuver penjajah terhadap situasi dan kondisi di Indonesia.

Tak lupa Dandim juga memberikan materi tentang situasi global, Asia dan regional, mulai isu ekonomi sampai dengan politik yang terjadi dalam NKRI.

Selanjutnya Dandim, menjelaskan terkait issu terorisme yang mana saat ini kelompok ISIS adalah ancaman faktual dan harus disikapi secara serius karena ideologi ISIS yaitu menyebarkan teror, fanatisme komunal, menggelorakan konflik sektarian, fundamentalisme berbahaya maka hal itu yang akan mengancam bagi ideologi Pancasila.

"Maka kepada para pemuda diharapkan untuk menyikapi hal tersebut dengan hati-hati dan waspada jika menemukan pengaruh tersebut dan seyogyanya segera melaporkan kepada aparat terkait supaya dapat diantisipasi perkembangannya sehingga segera dpt diambil suatu keputusan dan tindakan," katanya.

Diakhiri penjelasan tentang pertumbuhan penduduk dunia dalam kurun waktu 6 tahun sudah bertambah 1 miliar jiwa sehingga hal ini perlu disikapi sehingga jangan sampai terjadi gesekan atau kecemburuan sosial shingga akan berpotensi konflik.

Dari pembahasan yang telah disampaikan, Dandim menyimpulkan dan berharapa para Santri Ponpes Hidayatuloh Almuhajirin Bangkalan selalu berpegangan kepada nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari demi teguh dan kokohnya persatuan dan kesatuan.

"Intinya saya berharap pada santri Ponpes Hidayatuloh Almuhajirin Bangkalan selalu berpegangan kepada nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari demi teguh dan kokohnya persatuan dan kesatuan Indonesia,” pungkas Letkol Sunardi Istanto.

Dalam kesempatan itu, para santri Ponpes Hidayatuloh Almuhajirin Paserean Bawah dengan sangat antusias mendengarkan penjelasan Dandim. Diakhir penjelasan materi, mereka silih berganti melakukan tanya jawab pada Dandim. (Penrem 084/BJ)

Berita Terkait