Minggu, 22 April 2018 | 13:54:07 WIB

Gempa Bumi di Pidie Jaya 14 Orang Terperangkap

Rabu, 7 Desember 2016 | 15:42 WIB
Gempa Bumi di Pidie Jaya 14 Orang Terperangkap

Masjid berlantai dua di Desa Meuko Kuthang, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, roboh akibat gempa tektonik yang terjadi pada Rabu (7/12). (FOTO: BAMBANG/LINDO)

PIDI JAYA, LINDO - Korban tewas akibat bencana gemba bumi di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) bertambah menjadi 18 orang.

Demikian diungkapkan Bernadus Wisnu Widjaja, Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB di Kantor Badan Geologi, Jalan Dipenogoro, Rabu (7/12).

"Update tadi jam 09.00 WIB, informasi dari temen-teman kesehatan jumlahnya 18 orang yang meninggal yang terdiri dari 11 dewasa dan sisanya anak-anak. Tapi ini pasti berkembang," kata Wisnu kepada wartawan.

Wisnu mengatakan, gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Pidie Jaya menyerupai guncangan yang ditimbulkan bom atom Hiroshima.

Hal itu berdasarkan skala guncangan yang dihasilkan gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter itu.

"Informasi skala guncangan awal 3 sampai 4, tapi terakhir sampai enam. Jika skala lima sudah menyerupai bom atom, sedangkan kalau nilainya naik satu, guncangannya 30x40 bom atom," kata Wisnu.

Wisnu memastikan, gempa bumi di Pidie Jaya tak akan menimbulkan tsunami. Sebab pusat gempa berada di daratan. Sementara gempa susulan, guncangannya terasa lebih kecil.

"Susulan biasanya mengecil, biasanya terjadi besar energi tertata dengan gempa kecil dan habis," kata Wisnu.

Wisnu mengatakan, BNPB telah berada di lokasi. Nantinya akan dibentuk tim koordinasi untuk penanganan korban gemba bumi. Sebab ia meyakini masih ada warga Pidie Jaya yang tertimbun reruntuhan bangunan.

"Untuk tanggap darurat diberlakukan 14 hari ke depan," kata Wisnu.

Sementara itu, Bupati Pidie Jaya Aiyub Abbas mencatat laporan sementara mengenai korban akibat gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter yang mengguncang wilayahnya. Sementara ia mencatat ada 25 orang tewas akibat bencana alam tersebut.

"Luka berat dan ringan yang kini dalam perawatan sebanyak 65 orang," katanya, Rabu (7/12).

Bukan hanya itu, ia pun mencatat 14 oang terperangkat di reruntuhan. Kerusakan fisik, dilaporkannya masjid kabupaten mengalami rusak berat.

Begitu juga dengan kantor bupati setempat. Rumah Sakit setempat pun mengalami retak-retak begitu juga satu buah masjid yang satu deret dengan toko rubuh.

"Jalan provinsi banyak yang retak-retak," katanya. (TRIBUN)

Berita Terkait