Selasa, 22 Mei 2018 | 05:49:53 WIB

ISIS Merapat Ke Asia Tenggara, Pemerintah Diminta Antisipasi

Jum'at, 9 Desember 2016 | 02:25 WIB
ISIS Merapat Ke Asia Tenggara, Pemerintah Diminta Antisipasi

Serangan bom di Thailand beberapa bulan lalu (Foto: Asian Correspondent)

JAKARTA, LINDO - Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ditenggarai telah membangun basis di Filipina Selatan. Pemerintah termasuk penegak hukum diminta mengantisipasi agar ISIS tidak masuk ke Indonesia.

"Apalagi sekarang ini dia (ISIS) sudah semakin mendekat ke kawasan kita," kata Anggota Komisi I DPR RI, Tantowi Yahya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/12).

Tak hanya itu, politikus Golkar itu juga mengatakan, 400 orang WNI yang diduga terlibat jaringan radikal itu akan kembali ke Indonesia. Diduga mereka akan pulang karena ISIS terdesak operasi militer Pemerintah Irak untuk merebut Kota Mosul.

"Tanpa ISIS masuk ke Filipina pun kita harus tetap waspada. Kenapa kita harus waspada? Karena ada lebih dari 400 orang Indonesia itu yang ada di situ dan diperkirakan sudah kembali," ujar Tantowi.

Dia menyebut, eks ISIS yang akan kembali patut dicurigai. Pasalnya bisa jadi mereka akan membangun gerakan-gerakan radikal di Indonesia. "Itu saja sudah jadi potensi ancaman bagi kita. Apalagi sekarang ini dia sudah semakin mendekat ke kawasan kita," ungkap Tantowi.

Tak sampai situ, Tantowi juga meminta agar para penegak hukum baik TNI dan Polri menjaga perbatasan wilayah NKRI. Sehingga menghindari penyusup masuk ke tanah air.

"Jadi pengawasan di perbatasan itu dari infiltrasi orang-orang yang tidak kita kehendaki. Termasuk ISIS tersebut harus kita tingkatkan," pungkasnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebut ISIS telah membangun basis di Filipina Selatan. Gatot juga menyebut, di masa mendatang ISIS tak lagi memfokuskan kegiatannya di Timur Tengah, namun juga akan merambah negara lain. (MTV)

Berita Terkait