Kamis, 21 Juni 2018 | 09:56:35 WIB

Khofifah: Slamet Effendy Yusuf Punya Penyakit Jantung

Jum'at, 4 Desember 2015 | 02:39 WIB
Khofifah: Slamet Effendy Yusuf Punya Penyakit Jantung

Mensos Khofifah Indar Parawansa. (FOTO: IST/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Ketua Umum Pucuk Pimpinan Muslimat NU yang juga Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menduga Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Slamet Effendy Yusuf meninggal akibat serangan jantung.

"Pak Slamet punya penyakit jantung. Sudah cukup lama," kata Khofifah ketika dihubungi di Jakarta, Kamis.

Khofifah memiliki hubungan yang cukup dekat dengan keluarga Slamet Effendy Yusuf. Istri Slamet, Siti Aniroh, adalah Sekretaris Jenderal PP Muslimat NU, organisasi yang dipimpin Khofifah.

Ia pun merasa kehilangan dengan meninggalnya seniornya di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan di lingkungan NU itu.

Kondisi Slamet Effendy Yusuf yang kurang sehat juga diakui Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Bahkan, ketika Muktamar NU di Jombang Agustus lalu, Slamet pun tampak kurang sehat.

"Tapi beliau berusaha mengikuti muktamar dari awal sampai selesai," katanya.

Slamet Effendy Yusuf yang juga anggota Lembaga Pengkajian MPR RI meninggal dunia usai melaksanakan tugasnya di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/12) malam.

Kabag Set Lembaga Pengkajian MPR Anwar Syaddad ketika dihubungi melalui telepon oleh Antara, Rabu, mengatakan seusai melaksanakan rangkaian kegiatan Lembaga Pengkajian MPR RI di Gedung Merdeka Bandung, Slamet Effendy bergegas menuju hotel tempat menginap yang jaraknya hanya beberapa meter dari lokasi kegiatan.

"Jadi waktu itu sopirnya dan anggota Pengkajian MPR lainnya sempat mencari-cari Pak Slamet. Dan setelah di cek di hotel, kamarnya terkunci dari dalam namun atas persetujuan pihak hotel kita buka paksa dan di dalam sudah ditemukan Pak Slamet ternyata telah wafat," kata dia.

Rabu dini hari jenazah Slamet Effendy Yusuf sudah diserahkan kepada pihak keluarganya dan saat ini berada di rumah duka yakni di Citra Grand Blok H Nomor 4 Casttil Garden Cibubur, Bogor, Jabar.

Rencananya jenazah akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Purwokerto, Jawa Tengah.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin mengaku merasa kehilangan dengan meninggalnya Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Slamet Effendy Yusuf yang dikenal sebagai seorang organisatoris.

"Slamet adalah seorang organisatoris dengan pengalamannya di organisasi," kata Maruf saat dihubungi dari Jakarta, Kamis.

Menurut Ma'ruf, Slamet banyak bergerak di berbagai organisasi seperti pernah menjadi Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor.

Selain itu, masih kata Ma'ruf, Slamet juga menjadi Ketua Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI).

Almarhum Slamet Effendy Yusuf sebelumnya juga pernah lama berkecimpung di dunia politik sebagai kader dan pengurus Partai Golkar.

Dia pernah menjabat Ketua MPR-RI periode 1988-1993 dan anggota DPR-RI periode 1992-2009 dari Partai Golkar.

Slamet juga pernah menjabat sebagai Ketua DPP Partai Golkar dan sempat pula menjabat Ketua PBNU periode 2010-2015, Ketua MUI pada periode 2009-2014 dan Waketum MUI 2015-2020.

"Jadi pengabdian almarhum begitu besar kepada bangsa dan negara serta agama," kata Maruf.

Slamet Effendy Yusuf meninggal dunia pada Rabu (2/12) malam sekitar pukul 23.00 WIB di Bandung, Jawa Barat, dalam usia 67 tahun. (ANT)

Berita Terkait