Sabtu, 18 November 2017 | 18:54:39 WIB

Mensos Jelaskan Bantuan Non Tunai di Palu

Senin, 19 Desember 2016 | 01:52 WIB
Mensos Jelaskan Bantuan Non Tunai di Palu

Warga menunjukkan uang Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) dan kartu Indonesia Sejahtera. (FOTO: ANT/LINDO)

PALU, LINDO - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai tahun 2017 di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah pada Sabtu (17/12) malam menjelaskan soal bantuan non tunai seperti melalui kartu keluarga sejahtera (KKS).

Menteri menjelaskan KKS saat ini, berbeda dengan KKS yang pernah dilaunching oleh presiden beberapa waktu lalu. Bedanya, kata dia, di bagian belakang kartu ada bagian berwarna hitam, yang artinya kartu itu juga dapat berfungsi sebagai kartu ATM.

"Kartu ini bisa digunakan pada empat Bank Negara, kalau Jawa, Bali dan Papua itu bisa BRI, Mandiri, BNI dan BTN. Sementara di luar pulau itu, semuanya BRI," ungkapnya di hadapan gubernur Sulteng, Longki Djanggola dan perwakilan 13 kabupaten/kota se Sulteng.

Kartu itu kata Mensos sering disebut dengan kartu combo yang menggunakan sistem e-walet.

"Sampai hari ini baru 38 kota, Insha Allah sampai akhir Desember ini kita akan selesai 45 kota," ujarnya.

Mensos mencontohkan ada penerima program keluarga harapan (PKH) asal Kabupaten Banggai, Provinsi Sulteng yang pergi mengunjugi keluarganya di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Mereka bisa mengecek bantuannya lewat empat bank itu.

"Ketika sudah ada saldonya masuk, dia bisa cek di empat bank negara itu," tambah Mensos.

Selain itu, kartu combo tersebut sudah diintegrasikan dengan bantuan beras miskin (Raskin) atau beras keluarga sejahtera (Rastra). Kedepannya kartu itu akan disinergikan dengan bantuan LPG 3 kilogram.

"Untuk raskin, kartu ini akan di top up atau dimasukkan Saldo sebanyak Rp110 ribu setiap bulan. Kalau PKH sesuai dengan tahap pencairan atau empat kali dalam setahun," terang Mensos.

Kartu itu dapat digunakan untuk berbelanja di 302 elektronik warung gotong royong (e-warung) pada 45 kota. Tahun depan kata Mensos, ditargetkan ada 3000 e-warung. Karena Rp110 ribu dapat dikonversikan menjadi beras, gula dan minyak goreng.

"Itu dilakukan, karena didaerah lain sangat sedikit sekali Raskin terbagi tepat jumlah atau 15 kilogram, tepat waktu atau setiap bulan diterima dan tepat kualitas atau kualiatasnya layak konsumsi," tutup Mensos.

Hadir dalam kegiatan Wakil Bupati Donggala Vera Elena Laruni, Sekda Buol Abd Hamid, Wakil Bupati Tojo Unauna Admin Lasimpala, Wakil Bupati Tolitoli Abd Rahman, Wakil Bupati Sigi Palulina, Wakil Bupati Banggai Mustar Labolo, Plt Sekkot Palu Dharma Gunawan, Wakil Bupati Morowali S.U Marunduh, perwalikan Sekda Parimo Abdul Rajab. Serta puluhan pendamping PKH se Sulteng. (ANT)

EDITOR : ALDY MADJIT

Berita Terkait

Baca Juga