Jumat, 23 Februari 2018 | 09:38:14 WIB

Babinsa Sosialisasi Bahaya DBD pada Warga Wonokusumo

Senin, 19 Desember 2016 | 21:46 WIB
Babinsa Sosialisasi Bahaya DBD pada Warga Wonokusumo

(FOTO: Penrem 084/BJ/LINDO)

SURABAYA, LINDO - Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0830/02 Semampir Kodim 0830/Surabaya Utara Sertu Subiyanto melaksanakan kegiatan sosialisasi penyuluhan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada warga Kelurahan Wonokusumo,  Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, Senin (19/12).

Dalam kegiatan tersebut Babinsa Sertu Subiyanto menyampaikan pada masyarakat bahwa penyakit DBD adalah penyakit dengan gejala demam yang sering di sertai pendarahan dan renjatan yang dapat menyebabkan kematian.

Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue pada manusia virus tersebut ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegepti. Gejala awal penyakit ini adalah demam mendadak dua sampai tujuh hari yang disertai gejala lain seperti lesu, nafsu makan berkurang, muntah maupun nyeri pada sendi, sakit kepala dan sakit perut. Pada hari kedua dan ketiga demam dapat timbul pandarahan baik yang ringan (pendarahan di bawah kulit, mimisan, dan gusi) maupun yang berat seperti muntah darah dan berak,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sertu Subiyanto menegaskan pencegahan demam berdarah dengue, dapat dilakukan dengan memberantas sarang nyamuk Aedes yakni dengan jalan pengasapan dan melenyapkan tampat biaknya. Hal ini dilakukan agar nyamuk tidak mendapat kesempatan untuk berkembang biak.

"Cara lain adalah dengan menerapkan 3M yakni menguras bak mandi dan tempat penampungan air sekurang-kurangnya satu minggu sekali,menutup rapat tempat penampungan air,membersihkan halaman dengan mengubur barang-barang bekas yang berpotensi menampung air hujan, kaleng, botol, dan lain-lain," ujarnya.

Disamping itu, pencegahan dapat pula dilakukan dengan sering mengganti air vas bunga dan tempat minum burung, bila ada. Bila tempat penampungan air tidak mungkin dibersihkan setiap saat, tuangkan larvasida, obat pembunuh jentik nyamuk kedalamnya.

Selain menggunakan cara tersebut pencegahan juga dapat dilakukan dengan jangan membiasakan menggantung pakaian dalam kamar, menutup lubang-lubang potongan bambu/pohon dengan tanah.

"Bubuhkan bubuk Abate/Altosid di tempat-tempat penampungan air dan perbaiki talang air yang tidak lancar/rusak serta pelihara ikan pemakan jentik nyamuk,” tuturnya. (Penrem 084/BJ)

Berita Terkait