Kamis, 21 Juni 2018 | 09:58:34 WIB

Pelaku Pembunuhan di Pulomas Melawan saat Ditangkap Polisi

Kamis, 29 Desember 2016 | 01:46 WIB
Pelaku Pembunuhan di Pulomas Melawan saat Ditangkap Polisi

Salah satu pelaku perampokan tewas ditembak polisi di Rawalumbu, Tambun, Bekasi, Rabu (28/12). (FOTO: IST/LINDO)

BEKASI, LINDO - Sejumlah pelaku yang diduga pembunuh keluarga Dodi Triyono sempat melakukan perlawanan saat akan ditangkap polisi di lokasi persembunyian kawasan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (28/12) sore.

"Sempat ada penembakan antara polisi dengan sejumlah pelaku sekitar jam 15.30 WIB di kontrakan Rawalumbu. Satu tersangka dilaporkan tewas, sedangkan dua lagi mengalami luka tembak dan dibawa polisi," kata Anggota Babinsa Bojongrawalumbu Kota Bekasi, Sersan Mayor Purwanto di Bekasi.

"Menurut keterangan sejumlah saksi, ada perlawanan dari para pelaku sehingga polisi melakukan penembakan terhadap pelaku," ujarnya.

Ia mengungkapkan, penembakan itu terjadi di sebuah kontrakan di Gang Kalong, RT08 RW02, Kelurahan Bojongrawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

Pantauan di lokasi melaporkan, kontrakan itu terdiri atas enam lokal berukuran 3x6 meter persegi dan sudah dipasang garis polisi untuk keperluan penyelidikan polisi.

Menurut keterangan Purwanto, pelaku yang ditembak mati polisi bernama Ramlan Butarbutar, sedangkan rekannya yakni Erwin Situmorang dan Napitupulu juga ditembak namun dilaporkan tidak tewas di lokasi penangkapan.

Dari hasil investigasi Babinsa, kata dia, Erwin Butarbutar diketahui berprofesi sebagai sopir angkot K11 trayek Bantargebang-Bekasi.

"Erwin Butarbutar sudah tinggal di Rawalumbu sejak dua tahun lalu dan berprofesi sebagai sopir angkot," katanya.

Menurut dia, dua rekan Erwin tersebut diketahui baru tiba di kontrakan pada Selasa (28/12) malam dan tinggal bersama Erwin di Gang Kalong.

Sementara dalam penangkapan itu, ditemukan dua telepon genggam milik korban di rumah kontrakan pelaku. Sehingga polisi menyimpulkan motif pembunuhan sadis itu adalah perampokan.

“Motif perampokan, karena ditemukan dua unit handphone di kontrakan pelaku. Nanti akan dilakukan pendalaman lebih lanjut,” kata Kepala Bagian Mitra Biro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri, Kombes Awi Setiyono, Rabu (28/12). (ANT)

Berita Terkait