Rabu, 22 November 2017 | 20:13:00 WIB

KPK dan TNI Siap Usut Kasus Korupsi di Bakamla RI

Jum'at, 30 Desember 2016 | 15:21 WIB
KPK dan TNI Siap Usut Kasus Korupsi di Bakamla RI

Pejabat Bakamla RI ditahan KPK. (FOTO: ANT/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Komisi Pemberantasan Korupsi mengaku berkoordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia, mengenai pengusutan kasus dugaan suap terkait pengadaan alat Monitoring Satelit di Badan Keamanan Laut RI.

Koordinasi dilakukan untuk mengantisipasi jika pada perkembangannya, kasus ini melibatkan oknum TNI.

"Kami telah berkomunikasi dengan Puspom TNI (Pusat Polisi Militer) di Mabes TNI terkait keterlibatan oknum TNI," ucap Ketua KPK, Agus Rahardjo, dalam konferensi pers di kantor KPK, Jakarta, Kamis.

Menurutnya, dalam komunikasi itu, TNI telah menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh KPK mengungkap kasus ini sampai tuntas.

"TNI menyampaikan apresiasi dan komitmennya untuk memberikan akses, dan bersedia melakukan pengamanan apabila KPK melakukan upaya paksa (penangkapan)," jelas Agus.

Pada operasi ini, KPK menangkap empat orang di dua lokasi berbeda. Eko Susilo, Hardy Stefanus, dan Muhammad Adami Okta, ditangkap di kantor Bakamla, Jakarta Pusat. Satu jam kemudian penyidik KPK mengamankan Danang Sri Radityo di kantor PT MTI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Setelah diperiksa, KPK menetapkan Deputi Informasi, Hukum dan Kerjasama Bakamla RI, Eko Susilo Hadi, Hardy, dan Adami, serta Fahmi Darmawansyah selaku Direktur PT MTI, menjadi tersangka.

Hardy, Adami Okta, dan Fahmi ditetapkan menjadi tersangka pemberi suap. Sedangkan Eko diduga sebagai penerima suap senilai Rp2 miliar dalam pecahan mata uang Dolar Amerika dan Singapura. (VIVA)

EDITOR : ALDY MADJIT

Berita Terkait

Baca Juga