Minggu, 22 September 2019 | 21:48:10 WIB

Bupati Katingan Selingkuh, Mendagri Ingin Proses Hukum, Gubernur ada Rasa Kasihan

Minggu, 8 Januari 2017 | 16:04 WIB
Bupati Katingan Selingkuh, Mendagri Ingin Proses Hukum, Gubernur ada Rasa Kasihan

Bupati Katingan, Kalteng, Achmad Yantengle (pakai topi) bersama selingkuhannya Farida Yeni saat digiring ke kantor Polisi, Kamis (5/1). (FOTO: TRIBUN/LINDO)

KATINGAN, LINDO - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mempersilakan pihak kepolisian memproses hukum Bupati Katingan, Kalimantan Tengah, Achmad Yantengle, yang diadukan atas dugaan perselingkuhan. Ia meminta kepolisian tak ragu menindak aduan tersebut.

“Sangat disayangkan kepala daerah membuat aib di daerahnya sendiri dan diadukan anggota kepolisian. Kalau cukup bukti dan kesaksian, silakan proses hukum saja,” kata Tjahjo dalam pesan tertulisnya di Jakarta, Jumat, 6 Januari 2017.

Jika nantinya ditetapkan sebagai tersangka, Tjahjo menambahkan, proses peradilan harus dijalani hingga berkekuatan hukum tetap. “Sebagai tersangka dan ancaman hukumannya tidak lebih dari satu tahun. Sebagai bupati, tetap melaksanakan tugasnya sampai keputusan hukum tetap,” ujarnya.

Kepala Kepolisian Resor Katingan Ajun Komisaris Besar Tato P. Suyono mengatakan kasus itu bermula dari laporan Ipda SH. Yantengle diperiksa dan tidak ditahan.

Tato menampik kabar bahwa kasus perselingkuhan Bupati Katingan itu dialihkan ke Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah. Pemeriksaan tetap dilakukan di Polres Katingan.

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran berharap kasus perselingkuhan Bupati Katingan Achmad Yantengle dengan Farida Yeni bisa diredam. Jika dibesar-besarkan, kata Sugianto, bisa berdampak pada keutuhan keluarga yang bersangkutan.

"Itu kan aib. Janganlah terlalu dibesar-besarkan. Kalau mengenai sanksi kepada AY (Achmad Yantengle) karena sebagai kepala daerah, tentu akan diberikan sesuai aturan yang berlaku. Saya kasihan dan perlu dijaga juga perasaan keluarga FY (Farida Yeni)," kata Sugianto di Palangka Raya, Jumat (6/1).

Sugianto berpesan agar pejabat menghindari perselingkuhan. Kepala daerah dan pejabat pemerintah bukan sekadar amanah, tapi juga menjadi teladan. "Kalau ada pejabat di lingkungan Pemprov Kalimantan Tengah yang selingkuh, ya pasti akan saya tindak tegas. Bagi saya, tidak ada kompromi. Mengenai kasus Bupati Katingan, tunggu informasi dari Kementerian Dalam Negeri," ujar Sugianto.

Sebelumnya, Direktur Kriminal Umum Polda Kalimantan Tengah Komisaris Besar Gusde Wardana menyebut Bupati Katingan Achmad Yantengle dan perempuan berinisial Farida Yeni ditetapkan sebagai tersangka kasus perzinahan. Keduanya tidak ditahan karena ancaman hukuman 9 bulan penjara alias di bawah 5 tahun.

"Keduanya mengakui perbuatan mereka dan ada bukti sperma. Kami tetap akan melakukan pemeriksaan secara intensif. Tapi kami tidak melakukan penahanan dan hanya wajib lapor karena ancaman hukumannya 9 bulan," kata Gusde.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Tengah menetapkan Bupati Katingan Ahmad Yantenglie bersama teman wanitanya, aparatur sipil negara (ASN) Farida Yeni sebagai tersangka. Keduanya dijerat dengan pasal 284 KUHP tentang perzinahan, dengan ancaman hukuman maksimal sembilan bulan penjara.

"Berdasarkan keterangan dan alat bukti keduanya kami tetapkan sebagai tersangka," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng Komisaris Besar Gusde Wardana.

Menurut pemeriksaan kedua tersangka yakni Bupati Katingan dan ASN RSUD Kasongan itu, keduanya sudah menikah siri. Pernikahan itu dilakukan tanpa sepengetahuan Aipda Suli, suami Farida. Bupati dan Farida menikah siri di Bogor, Jawa Barat, pada 2016.

Dua saksi yang dimintai keterangan adalah suami Farida yakni Suli dan anaknya yang berusia delapan tahun. Anak itu turut diperiksa karena pada saat penggerebekan berada di tempat kejadian itu.

Kedua tersangka tidak ditahan. "Mereka wajib lapor saja. Kerena ancamannya sembilan bulan," ujar Gusde.

Bupati Yantenglie beranjak dari kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng Jumat, 6 Januari 2017 pada pukul 10.05. Bupati digiring turun dari lantai dua mengenakan kaos merah dan bertopi langsung menuju mobil yang telah menunggunya di pintu utama gedung itu.

Bupati enggan berkomentar banyak kepada wartawan. “Semua saya serahkan kepada penyidik,” ujarnya. Sedangkan Farida masih diperiksa di Kantor Direskrimum ketika Bupati meninggalkan tempat itu.

Sementara itu, rumah tangga berupa skandal perselingkuhan antara Bupati Katingan, H Ahmad Yantenglie, dan Farida Yeni tengah dirasakan istri sah Yantenglie.

Kasus tersebut menjadi perhatian warga di Kabupaten Katingan bahkan warga di Kalimantan Tengah, karena sang Bupati kepergok tidur tanpa busana bersama seorang ASN (Aparatur Sipil Negara) yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Amsyar Kasongan, Kabupaten Katingan di salah satu rumah kontrakan di Jalan Nangka Kasongan.

Publik tentu bertanya-tanya bagaimana perasaan istri sahnya Endang Sulistiawatie saat badai menghantam biduk rumah tangganya.

Banyak yang menduga, Endang Sulistiawatie istri sah Yantenglie yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Katingan dari Partai Gerindra sangat terpukul, marah atau bahkan menanggung malu.

Akankah sang istri sah melabrak Farida Yeni? Ternyata dugaan itu tidak sepenuhnya benar, Endang yang kini dikarunia anak satu dengan Yantenglie, berusaha bersikap tenang.

Endang tak terlihat marah, atau mengamuk saat suaminya berbagi cinta dengan wanita idaman lain (Wil). Endang menunjukkan ketegarannya menghadapi skandal perselingkuhan suaminya. Meski disakiti, Endang bahkan masih mendukung sang suami.

Ia berharap perselingkuhan yang sudah tersebar setelah digerebek Aipda Sulis, suami Farida Yeni ini pun bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

"Masalah apapun yang di hadapi suami saya insya Allah saya akan memberikan support untuk beliau, tentunya supaya masalah yang dihadapinya cepat selesai secara kekeluargaan," ujarnya melalui pesan WhatsApp miliknya.

Berita Terkait