Rabu, 20 Juni 2018 | 23:55:15 WIB

Pemkot Jaktim Masih Wacana Renovasi dan Buat Kantor Kelurahan Baru

Selasa, 31 Januari 2017 | 12:04 WIB
Pemkot Jaktim Masih Wacana Renovasi dan Buat Kantor Kelurahan Baru

Kantor Kelurahan Pulogebang, yang berada di Jalan Raya Palad, Pulogebang Cakung, Jakarta Timur, itu dianggap sudah tak layak pakai. Bangunan yang hanya satu lantai menyebabkan pelayanan warga kerap terganggu.(FOTO: ALDY/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur rencananya merenovasi beberapa kantor kelurahan di wilayah Kota Administrasinya. Bahkan pada tahun ini Pemkot Jaktim mengusulkan agar Kantor Kelurahan Pulogebang dipindahkan ke Perumahan Era Mas 2000. Namun wacana itu ditolak oleh warga Perumahan Era Mas 2000.

Walikota Administrasi Jakarta Timur Bambang Musyawardana pernah mengusulkan ada 9 kantor kelurahan yang harus direnovasi total pada tahun ini. Namun usulan itu hanya menjadi wacana dan belum ada realisasi dalam progaram itu.

"Mudah-mudahan usulan ini disetujui. Sebab itu bagian dari renstra (rencana strategi) gubernur," kata Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana, saat itu.

Untuk Kelurahan Pulogebang akan dipindahkan karena saat ini lahannya sempit. Namun memang ada isu penolakan dari warga Perumahan Era Mas 2000 terkait rencana tersebut.

"Itukan lahan pemerintah, mau kita bangun kantor kelurahan. Soal warga ada yang menolak ya tidak bisa, itu kan kan aset kita. Masa tidak boleh dibangun, itu kan untuk kepentingan masyarakat banyak," ujar Walikota Bambang.

Sementara itu, Kabag Tata Pemerintahan Jakarta Timur, Dewi Purnama Sari menambahkan, 9 kantor kelurahan yang diusulkan direnovasi tahun 2017 adalah Kelurahan Pulogebang, Cipinang Besar Selatan, Balekambang, Jatinegara, Kampung Melayu. Kemudian Kelapadua Wetan, Kayu Putih, Pondok Ranggon, dan Ujung Menteng.

"Dari 9 kelurahan yang diajukan, baru dua yang disetujui, Pulogebang dan Cipinang Besar Selatan. Lainnya dalam proses pengajuan lagi," kata Dewi lagi.

Mengenai anggaran renovasi, masih dihitung ulang. Sehingga belum diketahui angka pastinya, namun kisarannya adalah Rp 7 miliar untuk setiap gedung. Angka ini hanya untuk pembangunan fisik gedungnya saja.

Pantauan LINDO, Senin (30/1) di Kelurahan Pulogebang gedung perkantorannya sangat miris dan tidak memadai. Sejumlah warga yang menggunakan angkutan roda empat yang datang mengurusi perihal perijinan dan keperluan di kantor itu, mereka memgaku sulit untuk mendapat lahan parkir. Karena Kelurahan Pulogebang tidak menyediakan lahan parkir mobil, yang ada hanyalah lahan parkir kendaraan roda dua. Sehingga mereka terpaksa parkir di bahu jalan yang sangat sempit dan jauh dari kantor tersebut.

Pada umumnya warga Pulogebang mengaku kantor Kelurahan Pulogebang yang berada di Jalan Raya Palad itu sudah tidak layak menjadi sebuah kantor Kelurahan, karena sejumlah Kelurahan yang ada di Kecamatan Cakung pada umumnya semua sudah bagus dan lokasinya sangat besar.

Kantor Kelurahan Pulogebang berdiri sejak tahun 1977 dan posisinya bersebelahan dengan perkampungan warga serta berada disekitar lahan area Peralatan Angkatan Darat (Palad). Kantor Kelurahan Pulogebang itu sangat terhempit dan kurang memadai dalam sebuah pelayanan dalam kantor Kelurahan.

Lurah Pulogebang Nurhilal saat dihubungi tidak mau memberikan keterangan secara detail perihal program pembangunan kantor kelurahan Pulogebang yang direncanakan pada tahun ini termasuk pengajuan anggarannya.

Namun ia hanya meminta LINDO mengkonfirmasi perihal itu kepada atasannya yang ada di kantor Walikota Jakarta Timur. Lurah hanya menegaskan jika pembangunan baru sudah selesai dibangun, maka pemeliharaan dan pemakaiannya ada ditangan kelurahan Pulogebang.

Walikota Bambang Musyawardana juga mengungkapkan soal anggaran pembangunan kantor kelurahan baru. Menurut Bambang, masih dihitung ulang. Sehingga belum diketahui angka pastinya, namun kisarannya masing-masing Kelurahan adalah sebesar Rp7 miliar untuk setiap gedung.

“Angka ini hanya untuk pembangunan fisik gedungnya. Makanya kami berharap bisa disetujui,” ungkap Walikota. (AHMAD DAILANGI)

Berita Terkait