Jumat, 19 Juli 2019 | 19:38:51 WIB

Sartono Sosialisasikan Empat Pilar Bersama Warga Trenggalek

Minggu, 12 Maret 2017 | 20:03 WIB
  • Sartono paparkan empat pilar kebangsaan di Kabupaten Trenggalek. (FOTO: MUH NURCHOLIS/LINDO)

TRENGGALEK, LINDO - Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Sartono ternyata peduli dengan kondisi kebangsaan. Langkah itu  dibuktikan dengan kegiatan kegiatan yang langsung menyasar ke akar rumput terkait wawasan kebangsaan masyarakat.

Sepupu Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono ini menyapa masyarakat Bumi Menak Sopal bertempat di Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Sartono melakukan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan melibatkan peserta ibu-ibu dari berbagai elemen dan unsur kemarin.

Anggota Komisi VI DPR RI ini juga menjelaskan alasannya kenapa peserta semuanya dari ibu ibu. "Dalam kesempatan kali ini pesertanya adalah para Ibu-ibu jamaah Yasin, dari desa Sukorejo dan desa sekitar di kecamatan Gandusari. Karena ibu ibu sangat dekat dengan anak anak, selain itu ibu-ibu juga sangat aktif komunikasi dengan sesamanya dan sangat mudah berkomunikasi dengan bapak-bapak, dari ibu-ibu wawasan kebangsaan tertanam dan tertularkan ke sesama ibu-ibu, anak-anak dan juga bapak bapak, itu sebabnya kenapa kali ini peserta 4 pilar kita khususkan ibu-ibu," tutur Sartono.

Hadir dalam kesempatan tersebut ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Trenggalek Lamuji, Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Trenggalek Zainuddin serta Muspika dan segenap undangan dan peserta dari desa Wonoanti, Sukorejo, Ngrayung dan beberapa desa kecamatan Gandusari.

Dia juga menerangkan bahwa masyarakat harus peka terhadap kondisi sosial tidak boleh acuh. "Karena jika masyarakat acuh akan memunculkan rasa individualisme dan ini tentu bukan hal yang bagus jika di teruskan, sebagai orang Jawa kita harus menjaga nilai nilai luhur warisan leluhur," imbuhnya.

Yang terakhir, Sartono menjelaskan bahwa cerminan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, andap asor, gupuh, aruh dan suguh adalah ruh dari Pancasila. "Kita harus duduk sama rendah berdiri sama tinggi, musyawarah mufakat merupakan cermin yang harus kita jaga sampai kapanpun karena disini persatuan dan kesatuan bisa dirajut," pungkasnya Sartono. (MUH NURCHOLIS)

ALDY MADJIT