Minggu, 21 Oktober 2018 | 22:09:47 WIB

Debat Pilkada DIK - Strategi Ahok Menjaga Persatuan Jakarta

Kamis, 13 April 2017 | 02:42 WIB
  • Calon gubernur nomor urut 2 Basuki (Ahok) Tjahaja Purnama. (FOTO: MTVN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Calon gubernur nomor urut 2 Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama punya strategi sendiri merajut persatuan di Jakarta. Itu sekaligus menjawab pertanyaan cagub nomor urut 2 Anies Baswedan yang menuntut seorang gubernur harus bisa merangkul semua pihak.

Anies menilai Ahok belum bisa berkomunikasi lembut. Ahok hanya fokus pada hal-hal administratif sehingga belum bisa menjadi pemimpin bagi warga. Lebih-lebih, setelah perkembangan isu SARA yang berakibat masyarakat terkotak-kotakkan.

Ahok mengaku sudah berpengalaman menghadapi perbedaan dan isu SARA dalam pilkada.  Namun, Ahok yang juga menjadi korban isu SARA bisa menyelesaikan itu ketika pilkada selesai.

"Kenapa bisa? Jadi pemimpin itu harus adil. Tidak terima suap, tidak berpihak. Otomatis rakyat merasakan manfaat. Ketika tim sukses mengeluh apa bedanya mereka dengan yang tak memimpin? Sama! Karena saya disumpah untuk adil," jelas Ahok dalam debat pamungkas Pilkada DKI 2017 putaran kedua dengan tema 'Dari Masyarakat untuk Jakarta' di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (12/4).

Ahok memastikan Pemprov DKI sudah adil terhadap rakyat Ibu Kota. Beberapa contohnya ialah pembebasan PBB senilai Rp1 miliar bagi rakyat miskin dan pembebasan BPHTB Rp2 miliar.

Selama dua tahun memimpin, terang Ahok, semua warga merasakan manfaat melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang mengakomodasi rakyat bisa membeli daging hanya dengan merogoh kocek Rp30 ribu per kilogram. Rakyat juga bisa naik bus gratis, dan berobat tanpa biaya sepeser pun.

"Ada enggak orang ngutang sama bos-nya ketika keluarga sakit? Enggak ada lagi! Nelayan, jujur saja, dari nurani. Lebih baik enggak? Sekolah sudah enggak usah pusing," beber Ahok.

Anies tak bisa menerima begitu saja penjelasan Ahok. Menurut Anies, keadilan masih menjadi pekerjaan rumah Pemprov DKI.

"Unik jika dikatakan Jakarta tidak adil. Banyak PR. Pak Ahok, datang lah ke kampung-kampung di Krukut, hanya 4 kilometer dari Balai Kota. Lihat di sana ada ketimpangan. Kalau adil? Itu PR," tegas Anies. (MTVN)

ALDY MADJIT