Kamis, 26 April 2018 | 12:37:44 WIB

Menaker Berharap May Day Diisi Dengan Kegiatan Yang Kondusif Dan Kreatif

Rabu, 19 April 2017 | 13:31 WIB
  • Menaker M Hanif Dhakiri tengah berdialog dengan Serikat Buruh/Serikat Pekerja (SB/SP), di kediamannya. (FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mengajak Serikat Buruh/Serikat Pekerja (SB/SP) bertemu di kediamannya, di komplek rumah dinas Menteri Widya Chandra, Jakarta Selatan, Selasa malam (18/4).

Acara ini bertujuan untuk memfasilitasi SB/SP menyampaikan saran, kritik, dan permasalahan yang dihadapi di lapangan. "Kegiatan tatap muka seperti ini dapat menjadi sarana yang bagus untuk menyampaikan saran dan kritik.  Informasi yang cepat akan membuat pemerintah lebih responsif," terang Menaker.  Perbedaan pendapat lanjutnya, adalah hal yang wajar, akan tetapi jangan sampai saling membenci.

Dalam dialog tersebut, salah satu hal yang menjadi bahasan adalah tentang program pemagangan.  Menaker menyampaikan tentang perlunya peningkatan kompetensi tenaga kerja dalam menghadapi persaingan global.

Saat ini kata Hanif, karakter perusahaan berubah dengan cepat, sehingga perlu dilakukan penyesuaian Sumber Daya Manusia (SDM) dengan cepat juga.

"Pemagangan merupakan instrumen untuk mempercepat kompetensi.  Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sedang menggalakkan program pemagangan berbasis jabatan," papar menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Pemagangan berbasis jabatan tambahnya, merupakan pemagangan pada jabatan tertentu, pada kurun waktu tertentu dan diakhiri dengan uji kompetensi.  Peserta pemagangan diharapkan dapat langsung diserap ke dunia kerja setelah mengikuti program, sehingga program ini juga bertujuan untuk menekan angka pengangguran.

Pada kesempatan itu, Menaker juga mengajak SB/SP untuk menyikapi May Day secara positif.   "Saya berharap, May Day dapat diisi dengan kegiatan-kegiatan yang lebih kondusif dan kreatif," harapnya.

Hanif menambahkan, paradigma mengenai May Day harus diubah.  Ia juga berharap suatu saat May Day bisa diisi dengan perayaan-perayaan bersama secara nasional, misalnya berupa parade atau karnaval bersama.

Masih pada kesempatan yang sama, Menaker menepis tudingan tentang beredarnya surat larangan berdemo.  "Menyampaikan aspirasi itu boleh saja, tetapi harus dilakukan secara tertib," tegasnya.

ARMAN R