Rabu, 24 Oktober 2018 | 08:12:04 WIB

Presiden Jokowi Respon Soal Pindahan Ibu Kota Indonesia

Rabu, 5 Juli 2017 | 08:52 WIB
  • Presiden Joko Widodo meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN), Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat, Rabu (21/12). (FOTO: KOMPAS/LINDO)

JAKARTA, LINDO – Pemerintah terus melakukan kajian atas rencana pemindahan ibu kota. Meskipun Palangkaraya, Kalimantan Tengah disebut-sebut sebagai destinasi potensial untuk ibu kota baru, sejauh ini belum ada kepastian yang jelas dari pemerintah daerah mana yang bisa menjadi ibu kota.

Hal tersebut diungkapkan Presiden Joko Widodo usai meninjau PT Bursa Efek Indonesia bersama para menteri Kabinet Kerja, Selasa (4/7). Jokowi, sapaan akrab kepala negara menegaskan akan memilih waktu yang pas untuk mengungkap rencana jangka panjang pemerintah tersebut.

“Nanti akan saya sampaikan pada waktunya. Akan saya sampaikan,” kata Jokowi, di Jakarta.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil tak memungkiri, bahwa perlu adanya pertimbangan yang matang terkait dengan pemilihan daerah sebagai ibu kota baru. Sebab, daerah tersebut nantinya akan selamanya menjadi pusat ibu kota.

Rencana awal, pemerintah akan menentukan lokasi akhir ibu kota baru pada 2018. Pemilihan lokasi tersebut, nantinya akan tetap berlandaskan pada hasil kajian yang dilakukan, serta pertimbangan dari Presiden Jokowi selaku eksekutor utama.

“Kami masih cari alternatif-alternatif di samping Palangkaraya. Tempat yang paling suitable dan yang paling bagus,” kata Sofyan saat ditemui di Kompleks Kepresidenan.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, dana untuk pemindahan ibu kota tidak akan seluruhnya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pemerintah pun akan membuat skema yang memudahkan swasta untuk ikut menggarap rencana itu.

Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Jalil, menegaskan pemerintah masih mengkaji sejumlah tempat untuk menjadi Ibu Kota Indonesia yang baru, menggantikan Jakarta. Walau selama ini, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, disebut-sebut paling potensial. 

Sofyan Jalil, mengatakan, karena pemindahan Ibu Kota adalah rencana jangka panjang, maka perlu kajian yang matang. 

"Masih studi awal mencari alternatif-alternatif," kata Sofyan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/7).

Rencananya, tahun 2018 sudah akan ada lokasi mana yang dipilih. Namun Sofyan belum mau membeberkan, kota mana saja yang hendak distudi sebagai pengganti Jakarta. 

"Tapi kita sedang cari alternatif tempat di samping Palangkaraya, tempat yang paling suitable, yang paling bagus," jelasnya. 

Perlu pertimbangan matang dan tepat oleh Presiden Joko Widodo, untuk menentukan Ibu Kota negara yang baru. Karena akan menyangkut kondisi Indonesia di masa depan.

"Kalau ini kan keputusan administratif presiden memutuskan. Keputusan jangka panjang implikasinya gitu kan. Oleh karena itu, kita sedang cari tempat," jelasnya. (VIVANEWS)

ALDY MADJIT