Rabu, 17 Oktober 2018 | 10:39:32 WIB

Aksi Pengeroyokan "Ala Koboi" yang Lukai Alumni ITB di Tol Jagorawi

Senin, 10 Juli 2017 | 12:22 WIB
  • Irina, istri Hermansyah sedang memeriksa barang-barang di dalam mobil yang penuh bercak darah. (FOTO: KUMPRAN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Seorang ahli IT dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Hermansyah, menjadi korban pengeroyokan sejumlah orang tak dikenal saat melaju di KM 6 Tol Jagorawi, Cipayung, Jakarta Timur. Hermansyah yang saat itu tengah mengendarai mobil bersama sang istri tiba-tiba dipepet orang tak dikenal, yang langsung menghujaminya dengan luka sabetan di sekujur tubuh saksi ahli 'baladacintarizieq' tersebut.

Tanggal 9 Juli sekitar pukul 03.30 WIB, Hermansyah bersama sang istri, warga negara Ukraina bernama Irina, tengah mengendarai mobil Toyota Avanza, bernomor polisi B 1806 ZFT, dari Jakarta menuju kediaman mereka di kawasan Depok.

Saat berkendara, tepatnya di KM 6 Tol Jagorawi, tiba-tiba sebuah mobil melintas, dan menyerempet mobil yang dikendarai Hermansyah. Oleh pelaku, Hermansyah disuruh menepi dan membuka pintu. Begitu Hermansyah membuka pintu, tiba-tiba 5 orang pelaku menghujamkan senjata tajam ke sekujur tubuh lulusan Teknik Fisika ITB angkatan 1989 tersebut. Setelah melukai Hermansyah, kelima pelaku pun langsung kabur.

Beruntung, saat itu ada petugas Jasa Marga yang langsung menolong Hermansyah dan melarikannya ke Rumah Sakit Hermina, Depok, Jawa Barat. Dari keterangan polisi, Hermansyah menderita luka di bagian kepala, leher dan tangan. Sementara Irina tak menderita luka apapun saat kejadian tersebut.

Kejadian ini sontak mengagetkan anggota keluarga dan rekan korban dari alumni ITB. Adik Hermansyah, Nuti Suwarti (45), mengaku kaget dan meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut.

"Tolong diusut pelakunya," ujar Nuti saat ditemui di RS Hermina Depok, Jawa Barat, Minggu (9/7).

Hermansyah juga dikenal vokal menyuarakan pendapatnya mengenai kasus chat berbau pornografi yang menjerat imam besar FPI, Habib Rizieq Syihab. Di beberapa kesempatan, salah satunya saat tampil di Indonesia Lawyers Club, Hermansyah berpendapat bahwa chat 'baladacintarizieq' tersebut asli tapi palsu. Menurut Hermansyah, hacker bisa dengan sangat mudah membuat chat palsu antara Habib Rizieq dengan Firza Hussein.

"Kalau dilihat itu kentara editan amatiran. Pakai software atau aplikasi pengedit foto juga bisa," kata dia kala itu.

Sehingga tak heran beberapa petinggi FPI dan GNPF MUI, seperti Bachtiar Nasir dan Munarman ikut prihatin dan menyayangkan aksi pengeroyokan yang mengakibatkan Hermansyah harus dirawat intensif karena mengalami luka serius.

"Sementara keluarga masih di TKP, di tol dan baru di BAP di Polres Jakarta Timur, jadi saya tidak ingin berspekulasi. Mudah mudahan setelah datang bisa kita clear kan," ujar Bachtiar saat ditemui di RS Hermina Depok.

Meski tak aktif di MUI, Bachtiar mengakui kemampuan Hermansyah yang disebutnya sangat mengerti seluk beluk penyadapan.

"Di kegiatan-kegiatan kemarin sangat aktif, dia kan yang menurut kami menguasai ilmu tentang dalam, mengerti di bidangnya, terutama masalah penyadapan," kata Bachtiar.

Kejadian ini juga dikecam oleh rekan-rekan Hermansyah sesama alumni ITB. Melalui pernyataan tertulisnya, Komunitas Alumni ITB Ganesha Maju Bersama, menyebut penganiayaan yang dialami Hermansyah adalah bentuk teror. Peristiwa itu juga dinilai tidak lepas dari sikapnya akhir-akhir ini terkait kasus 'baladacintarizieq'.

"Kami menyakini bahwa kejadian yang menimpa saudara kami, Hermansyah tidak luput dari warna dan sikap perjuangan, pilihan perjuangan yang dijalankan oleh Hermansyah. Untuk itu kami dan kita semua berkeyakinan pilihan dan perjuangan menyatakan kebenaran dan kebaikan yang dilakukan Hermansyah tersebut merupakan hak setiap warga negara," kata Ketua Komunitas Alumni ITB Ganesha Maju Bersama, Akhmad Syarbini, berdasarkan keterang tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (10/7).

Meski begitu, hingga saat ini polisi belum mau berspekulasi, dan menghubungkan aksi koboi di Tol Jagorawi tersebut dengan kapasitas Hermansyah dalam kasus 'baladacintarizieq' yang dia tangani.

"Yang jelas, pelaku yang berada di dalam mobil saat insiden itulah yang saat ini kita kejar," kata Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Andry Wibowo, (9/7).

Setelah melakukan olah TKP dan memeriksa Irina, istri Hermansyah yang menjadi saksi kunci dalam kasus tersebut, polisi terus bekerja untuk mengungkap siapa dalang di balik penusukan itu.

"Saat ini tim sedang bekerja di lapangan. Saya sudah perintahkan anggota untuk segera ungkap kasus ini," katanya.

Setelah menjalani operasi di RS Hermina, pada Minggu (9/7) malam, Hermansyah yang telah siuman dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto, untuk menjalani perawatan intensif. Selama perjalanan menuju RS, Ambulans yang membawa Hermansyah dikawal ketat personel kepolisian dari Polres Depok dan Mapolres Jakarta Timur. (KUMPARAN)

AHMAD DAILANGI