Selasa, 23 Oktober 2018 | 06:25:54 WIB

Kemenperin Berkomitmen Bangun Daya Saing IKM Nasional

Rabu, 12 Juli 2017 | 20:07 WIB
  • Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta. (FOTO: HUMAS KEMENPERIN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kementerian Perindustrian berkomitmen melindungi Industri Kecil dan Menengah (IKM) dengan membangun daya saing agar mampu berkompetisi di era globalisasi.

Salah satu yang sedang dikembangkan adalah Program e-Smart IKM untuk peningkatan akses pasar IKM melalui media online dengan cara mengintegrasikan sistem database IKM yang tersaji dalam profil Industri, Sentra dan Produk dengan marketplace yang telah ada.

"Dengan adanya sistem database IKM yang termonitor dan terevaluasi, dapat disusun kebijakan yang tepat untuk meningkatkan daya saing IKM khususnya fasilitas berupa kemudahan perolehan bahan baku dan sumber pembiayaan," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (12/7).

Pada 2017, e-Smart IKM memiliki target untuk memfasilitasi 1.000 IKM dengan jumlah produk sebanyak 3.000 produk.

Program selanjutnya, One Village One Product (OVOP) sebagai langkah pendekatan pengembangan potensi daerah di satu wilayah untuk menghasilkan satu produk kearifan lokal, berkelas global yang khas daerah dengan memanfaatkan sumber daya lokal. 

"Program ini bertujuan meningkatkan kreativitas dan inovasi masyarakat untuk memproduksi produk-produk khas daerah, sesuai selera dan standar pasar internasional yang bernilai tambah tinggi," ujar Airlangga. 
 
Selain itu, IKM dapat memiliki wawasan dan keterampilan serta pengetahuan yang lebih luas untuk mengembangkan produk asli daerahnya, memberikan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) IKM melalui kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai, Kementerian Keuangan. 
 
Melalui fasilitas ini, IKM mendapatkan kemudahan berupa pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor untuk bahan baku, bahan penolong, mesin, beserta barang contoh yang digunakan untuk menunjang hasil produksi yang nantinya akan diekspor kembali sehingga harga produk akan lebih kompetitif di pasar internasional.

"Kami juga akan memfasilitasi melalui Pusan Logistik Berikat (PLB) yang bekerjasama dengan Ditjen Bea Cukai, pembiayaan bagi IKM, pengaturan impor produk tertentu, penguatan peran IKM dalam rantai pasok industri, pembentukan material center IKM, inkubator untuk IT, kawasan industri khusus IKM, fasilitasi desain dan kemasan, serta HKI," sebut Airlangga. (ANT)

AHMAD DAILANGI