Senin, 17 Desember 2018 | 14:50:11 WIB

Tujuh Belas Propinsi Terima Penghargaan Anugerah K3 Dari Menaker

Kamis, 20 Juli 2017 | 15:14 WIB
  • (FOTO : MERDEKA.COM/LINDO)

JAKARTA, LINDO – Sebanyak Tujuh Belas Gubernur menerima Anugerah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), yaitu penghargaan pembina K3 tingkat Propinsi tahun 2017, dari Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri, sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap pengusaha dan Pemerintah Daerah (Pemda) yang telah berhasil menyelenggarakan dan menerapkan K3 dengan baik.  Penghargaan tersebut diberikan di Jakarta, Rabu Malam (19/7).
 
Penghargaan pembina K3 di tingkat propinsi tahun 2017 diberikan kepada 17 Gubernur, yakni Gubernur  Jawa Timur, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Bali, Lampung, Riau, Nangroe Aceh Darussalam dan Gubernur Daerah Istimewa Jogyakarta.

"Pada kesempatan ini saya memberikan apresiasi kepada perusahaan yang memperoleh penghargaan kecelakaan nihil.  Demikian pula kepada Gubernur yang telah berhasil membina usaha-usaha penerapan K3 di wilayah masing-masing," kata Menaker M Hanif Dhakiri, saat memberikan sambutan pada acara K3 Award.

Sejak dilaksanakannya penghargaan K3 pada tahun 1984 lanjutnya, hingga sekarang sudah sebanyak 8.200 perusahaan berhasil menekan angka kecelakaan.   Jumlah perusahaan yang mendapatkan penghargaan kecelakaan nihil mengalami penurunan sebanyak 11 persen.

Tahun 2015 kata Hanif sebanyak 956 perusahaan, atau jika dibandingkan dengan setahun berikutnya sebanyak 848 perusahaan.  Namun jumlah kecelakaan nihil kembali meningkat 5 persen di tahun 2017, yakni sebanyak 901 perusahaan.

Begitu juga dengan penghargaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada tahun ini, diberikan kepada 1220 perusahaan yang telah menerapkan SMK3, berdasarkan evaluasi laporan audit yang dilakukan oleh Lembaga Audit SMK3. Pihaknyamengundang hanya 350 perusahaan sebagai wakil penerima penghargaan SMK3.

“Penghargaan nihil kecelakaan kerja tahun ini diberikan kepada 901 perusahaan atau mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2016 lalu yakni 848 perusahaan atau mengalami peningkatan sebesar 5,8 persen. Pada tahun 2015, penerima penghargaan zero accident sebanyak 956 perusahaan,” papar menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Sejak dilaksanakannya penghargaan K3 pada tahun 1984 tambahnya, hingga sekarang sudah sebanyak 8.200 perusahaan berhasil menekan angka kecelakaan. Jumlah perusahaan yang mendapatkan penghargaan kecelakaan nihil mengalami penurunan sebanyak 11 persen.

Tahun 2015 sebanyak 956 perusahaan, atau jika dibandingkan dengan setahun berikutnya sebanyak 848 perusahaan. Namun jumlah kecelakaan nihil kembali meningkat 5 persen di tahun 2017, yakni sebanyak 901 perusahaan.

Penghargaan SMK3 tahun ini diberikan kepada 1220 perusahaan yang telah menerapkan SMK3 berdasarkan evaluasi laporan audit yang dilakukan oleh Lembaga Audit SMK3, Kemnaker mengundang hanya 350 perusahaan sebagai wakil penerima penghargaan SMK3.

Penghargaan nihil kecelakaan kerja tahun ini diberikan kepada 901 perusahaan atau mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2016 lalu yakni 848 perusahaan atau mengalami peningkatan sebesar 5,8 persen. Pada tahun 2015, penerima penghargaan zero accident sebanyak 956 perusahaan.

Sedangkan Penghargaan Sistem Manajemen K3 (SMK3) tahun 2017 ini, diberikan kepada 1220 perusahaan memperoleh sertifikat.   "Jumlah tahun ini meningkat 40 persen dibandingkan tahun 2016 sebanyak 732 perusahaan memperoleh sertifikat SMK3. Penerima penghargaan SMK3 tahun 2015 sebanyak 635 perusahaan dan meningkat 13 persen setahun berikutnya," terangnya.

Hanif menambahkan, untuk penghargaan program pencegahan HIV-AIDS di tempat kerja, di berikan kepada 102 perusahaan dan penerima penghargaan peduli program pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di tempat kerja adalah 2 karyawan PT. Pertamina (Persero) RU IV Cilacap.

ARMAN R