Selasa, 12 Desember 2017 | 09:36:28 WIB

Soal Ledakan di Rokan Ulu TNI AU Janji Akan Selidiki

Kamis, 20 Juli 2017 | 19:11 WIB
  • Satu orang tewas ditempat akibat ledakan bom, yang terjadi di Dusun Karya ?Bakti RW 2, RT 1, Desa Pasir Utama, Kecamatan Rambah Samo, Kamis (20/7). (FOTO: TRIBUN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) tengah menyelidiki insiden ledakan yang terjadi di Dusun Karya Bakti, Desa Pasir Utama, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Ulu, Riau, Kamis, yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia.

"TNI AU menyatakan keprihatinannya atas kejadian ledakan di Rokan Hulu Riau, dan menyampaikan permohonan maaf kepada warga masyarakat yang terkena ledakan, meskipun belum diketahui secara pasti apakah ledakan berasal dari amunisi sisa latihan Korpaskhas atau bukan," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Jemi Trisonjaya, di Jakarta, Kamis (20/7).

Ia menegaskan bahwa TNI AU akan bertanggung jawab untuk menanggung semua biaya pengobatan warga yang terkena ledakan maupun korban meninggal dunia.

Saat ini TNI AU beserta aparat Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Rokan Ulu Riau dan pemerintah daerah setempat tengah serius melakukan penyelidikan terhadap insiden ledakan yang terjadi di Dusun Karya Bakti, RT 01/RW 02, Desa Pasir Utama, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Ulu, Riau.

Ia mengemukakan, TNI AU merasa bertanggung jawab ikut melakukan penyelidikan ledakan yang terjadi pada pukul 11.30 WIB dan menewaskan seorang warga bernama Swanda, karena pada pagi harinya di sekitar kawasan Bandara Tuanku Tambusai dilaksanakan latihan Kors Pasukan Khas (Korpaskhas) bersandi Trisula Perkasa yang berlangsung 17 hingga 20 Juli 2017.

"Sebenarnya sesuai dengan prosedur latihan yang berlaku, masyarakat dilarang memasuki daerah latihan sebelum dinyatakan aman oleh pejabat berwenang," katanya.

Dalam latihan Paskhas tersebut, dikatakannya, dilaksanakan operasi Serangan Fajar menggunakan peluru tajam, termasuk amunisi dan ledakan granat kejut.

Latihannya dimulai jam 06.00 WIB berlangsung secara lancar dan aman, kemudian berakhir pada pukul 09.00 WIB tanpa ada insiden apapun.

Saat ini seluruh pasukan Paskhas yang terlibat dalam latihan, menurut dia, sudah ditarik dari tempat latihan di sekitar Bandara Tuanku Tambusai yang berjarak kurang lebih 6 kilometer dari Dusun Karya Bakti, RT 01/RW 02, Desa Pasir Utama, Kecamatan Rambah Utama, yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) ledakan.

TNI AU, dalam hal ini diwakili Wakil Komandan Korpaskhas masih terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, baik kepolisian maupun kodamdo distrik militer (Kodim) dan pemerintah setempat untuk melakukan pertolongan kepada korban dengan melakukan perawatan korban ke rumah sakit terdekat.

"Secara paralel tim Korpaskhas juga sedang melakukan penyelidikan untuk meyakinkan kronologis kejadian ledakan dan sebab-sebabnya," demikian Marsekal Pertama TNI Jemi Trisonjaya.

Sebelumnya dikabarkan satu orang tewas di tempat akibat ledakan benda diduga bom yang terjadi di Dusun Karya ‎Bakti RW 2, RT 1, Desa Pasir Utama, Kecamatan Rambah Samo, Kamis (20/7).

Menurut keterangan Ketua RW 2 Sukarji, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB dan terdengar hingga radius 1 kilometer.

Dia mengatakan, korban ledakan benda diduga bom tersebut berjumlah sekitar lima orang. Satu orang, yaitu Swanda (30), meninggal di tempat. Empat orang lainnya, yakni Sugianto, Heru, dedek Sopian dan Yugi Wiarjo, luka-luka.

Menurut keterangan warga, korban dan kawan-kawannya mendapatkan benda diduga bom dari perkebunan sawit. Selanjutnya dibawa ke tempat kerjanya di Rumah Kartono.

Aparat Polres Rokan Hulu (Rohul) dan TNI bergerak cepat setelah mendengar informasi diduga meledaknya benda diduga bom di Desa Rambah Utama yang memakan korban jiwa satu orang.

Garis polisi dipasangi di TKP agar warga tidak terlalu mendekat di tempat kejadian perkara saat aparat melakukan olah tempat kejadian perkara. Anggota polisi masih mengumpulkan barang-barang diduga serpihan bom dan tubuh dari korban.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang.

Menurut keterangan warga sekitar, Kiman, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, kamis (20/8/2017).

"Saya pun enggak tahu pasti sih Mas seperti apa kejadiannya. Tapi setahu saya kejadiannya ‎itu mereka menemukan bom. Selanjutnya bom itu dibawa ke tempat kerjanya, dan dimainkan oleh Swanda dan meledak," katanya.

Dia menambahkan, suara bom tersebut sangat keras, bahkan di radius 2 kilometer masih terdengar. (ANT)

ALDY MADJIT