Rabu, 26 September 2018 | 00:32:01 WIB

Kemristekdikti : Bangun Negeri Menuju Masa Emas

Rabu, 26 Juli 2017 | 17:13 WIB
  • Ilustrasi - Kampus Pusdiklat Kemristekdikti di Bogor, Jawa Barat. (FOTO: IST/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Staf Ahli Bidang Akademik Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Paulina Pannen mengatakan Indonesia membutuhkan orang-orang pintar untuk membangun negeri menuju masa emas pada usia 100 tahun.

"Kita tahu bahwa Indonesia saat ini memang betul-betul butuh scholars (sarjana) orang-orang pintar yang mau membangun negeri ini menuju ke Indonesia 100 tahun dan banyak sekali orang pintar yang diperlukan untuk membangun bangsa ini sehingga pada 100 tahun nanti Indonesia merdeka itu betul-betul kita mencapai yang disebut golden age of Indonesia (masa emas Indonesia)," tuturnya.

Paulina mengatakan itu saat perayaan Ulang Tahun Program Beasiswa Prestasi ("Program to Expand Scholarships to Achieve Sustainable Impacts") dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) di Jakarta, Rabu (26/7).

Dia menjelaskan 100 tahun Indonesia merdeka disebut sebagai masa emas, yaitu pada 2045 karena pada masa itu Indonesia akan dipimpin oleh anak dan cucu yang sekarang berusia 0-20 tahun.

Untuk mempersiapkan anak-anak bangsa menjadi pemimpin di masa akan datang, maka mereka perlu membekali diri dengan keterampilan, wawasan dan pengetahuan serta mengembangkan kapasitas.

"Generasi tersebut perlu memperoleh pendidikan yang berkualitas dan unggul agar dapat menjadi pemimpin Indonesia di masa emas tersebut," katanya.

Dia menuturkan pendidikan anak-anak tersebut juga tergantung pada guru dan dosen sekarang, yang tentunya harus berkualitas juga.

Pendidikan berkualitas itu untuk anak-anak bangsa juga dapat diakomodasi melalui beragam beasiswa seperti yang ditawarkan Pemerintah Amerika Serikat melalui program beasiswa Prestasi.

"Beasiswa ke luar negeri dari Prestasi dan lain-lain sangat berguna menciptakan scholar (sarjana) yang unggul dan bisa menjadi teladan dan guru, dosen generasi Indonesia pada masa emas," ujarnya.

Program beasiswa Prestasi ini merupakan salah satu dari sejumlah program pertukaran pelajar USAID di Indonesia yang membantu individu, organisasi, dan institusi memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan untuk mendukung kesinambungan pembangunan dan kesejahteraan Indonesia.

Prestasi memberi kesempatan bagi orang Indonesia untuk mendapatkan gelar Master di bidang demokrasi, hak, pemerintahan, pendidikan, pertumbuhan ekonomi, kesehatan dan lingkungan.

USAID menanggung seluruh biaya selama pelatihan hingga sekolah di Amerika, termasuk pemberian uang saku selama proses perkuliahan. (ANT)

AHMAD DAILANGI