Rabu, 21 November 2018 | 19:26:52 WIB

Pemerintah Antisipasi Pemogokan Pekerja Terminal Peti Kemas

Rabu, 2 Agustus 2017 | 13:38 WIB
  • Petugas bersiap melakukan proses bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (28/6). (FOTO: ANT/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kementerian Perhubungan sudah menyiapkan rencana darurat untuk mengantisipasi dampak aksi anggota Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT), yang berencana melakukan pemogokan pada 3-10 Agustus.

Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Kelas Utama Tanjung Priok I Nyoman Gede Saputra dalam siaran pers otoritas pada Rabu (2/8) mengatakan masyarakat dan pelaku usaha tidak perlu khawatir berlebihan mengenai dampak aksi tersebut.

"Sebagaimana perintah Menteri Perhubungan dan Direktur Jenderal Perhubungan Laut untuk tetap menjaga kelancaran arus barang dan kapal maka Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok telah menyiapkan rencana darurat seperti pengalihan pelayanan jasa kepelabuhanan JICT ke terminal internasional lain yang juga berada di Pelabuhan Tanjung Priok," katanya.

Dia mengatakan Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, New Port Container Terminal 1 (NPCT-1), Terminal MAL dan Terminal Peti Kemas Koja akan membantu pelayanan jasa kepelabuhanan selama aksi mogok kerja tersebut.

"Prinsipnya, Pelabuhan Tanjung Priok siap menerima pengalihan jasa kepelabuhanan JICT akibat adanya mogok kerja," katanya.

Pengalihan layanan telah dimulai pada 31 Juli, ketika JICT menyerahkan operasional peralatannya ke TPK Koja untuk pengoperasian 300 meter dermaga utara JICT yang bisa diperpanjang menjadi 720 meter jika diperlukan.

Pelayanan untuk kapal raksasa yang selama ini ditangani oleh JICT, Nyoman mengatakan, sementara akan dialihkan ke terminal Internasional lain bila terjadi mogok kerja.

Berkenaan dengan rencana pengalihan jasa kepelabuhanan JICT ke terminal Internasional lainnya, OP Tanjung Priok telah berkoordinasi dengan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero).

Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk membantu menjaga kelancaran operasional pelabuhan selama aksi mogok.

Nyoman menambahkan OP Tanjung Priok telah mendatangkan tenaga operator crane andal dari Semarang, Pontianak, Panjang dan Palembang ke Pelabuhan Tanjung Priok untuk mengantisipasi rencana mogok kerja di JICT.

Kementerian Perhubungan tetap mengimbau SP JICT mempertimbangkan kembali rencana mogok kerja mereka mengingat aksi mereka bisa mengganggu kepentingan nasional dan dapat menurunkan tingkat kepercayaan dunia Internasional terhadap Indonesia.

"Banyak cara menyalurkan aspirasi, namun jangan sampai mengganggu kepentingan nasional. Jika tetap melanjutkan untuk mogok kerja, OP Pelabuhan Tanjung Priok dan PT Pelindo II siap ambil alih pelayanan jasa kepelabuhanan JICT agar kepercayaan pelaku usaha tetap terjaga dan roda perekonomian tetap berjalan," kata Nyoman. (ANT)

ALDY MADJIT