Minggu, 19 Agustus 2018 | 04:46:16 WIB

Rakerda PDIP Malut Diwarnai Aksi Demo

Sabtu, 5 Agustus 2017 | 17:08 WIB
  • Ilustrasi - Aksi demo mahasiswa di Polda Malut. (FOTO: IST/LINDO)

TERNATE, LINDO - Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PDIP Maluku Utara (Malut) di Ternate, Sabtu (5/8), diwarnai dengan aksi demo dari pengurus delapan DPC PDIP di daerah ini.

Koordinator Pengurus delapan DPC PDIP se-Malut, Muhammad Senen mengatakan, aksi itu dilakukan karena menuntut kepastian dari DPP PDIP mengenai permohonan mereka untuk menonaktifkan Ketua DPD PDIP setempat, Rudi Erawan.

Alasan permohonan penonaktifan Ketua DPD PDIP Malut yang juga Bupati Halmahera Timur diantaranya tidak melakukan konsolidasi dengan seluruh pengurus kabupaten/kota, tidak transparan dan dalam mengambil berbagai keputusan tidak melibatkan pengurus DPC kabupaten/kota.

"Kami semua sudah ke Jakarta untuk menyampaikan masalah itu ke DPP, tetapi sampai sekarang belum ada keputusan. Karena itulah pada Rakerda ini kami menuntut keputusan dari DPP mengenai kepastian usulan delapan DPC PDIP," ujar Muhammad.

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan itu menyatakan, ini ada aspirasi yang disampaikan seluruh Anak Ranting hingga Kecamatan dan delapan DPC yang mempertanyakan mengenai respon DPP PDIP terkait dengan penonaktifan Ketua DPD PDIP Malut Rudi Erawan.

"Kami berharap agar DPP PDIP mendengar aspirasi akar rumput. Jangan hanya mendengar pernyataan sepihak dari pengurus DPD PDIP Malut," tandasnya.

Dia menyatakan, kalau DPP PDIP tetap memaksakan untuk mempertahankan Ketua DPD PDIP Malut, Rudi Erawan, maka dalam momentum politik nanti, dukungan bagi PDIP akan merosot.

Rakerda yang berlangsung ricuh itu karena dipicu oleh tuntutan delapan DPC PDIP agar menunda pelaksanaannya karena undangan kepada seluruh pengurus DPC tidak disampaikan dan tuntutannya ke DPP PDIP untuk menonaktifkan Ketua PDIP Malut tidak terlaksana

Sedangkan, Sekretaris DPD PDIP Malut, Ikram Haris menyatakan, pihaknya telah mendistribusikan seluruh undangan kepada pengurus DPC PDIP Malut dan dihadiri ketua, sekretaris dan bendaharanya.

"Kami menilai alasan delapan pengurus DPC PDIP agar Rakerda ini ditunda tidak mendasar karena undangan ke 10 kabupaten/kota telah disampaikan," katanya.

Rakerda DPD PDIP Malut yang berlangsung di Royal Resto ini dihadiri Pengurus DPP PDIP diantaranya Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP Komaruddin Watubun, Andres Parera dan Arteri Dahlan. (ANT)

ALDY MADJIT