Sabtu, 24 Februari 2018 | 23:14:09 WIB

Menteri Perhubungan dan PLN akan Bahas Bandara Tunggul Wulung

Minggu, 6 Agustus 2017 | 21:55 WIB
  • Ilustrasi - Bandara Tunggul Wulung. (FOTO: REPUBLIKA/LINDO)

CILACAP, LINDO - Menteri Perhubungan, Budi Sumadi, akan bertemu dengan PT PLN (Persero) untuk membicarakan bangunan pembangkit listrik yang mengganggu ruang udara Bandara Tunggul Wulung, di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

"Bandara ini punya persoalan sedikit. Nanti kami akan bicarakan dengan PLN berkaitan dengan hambatan yang di sana," kata dia, usai mengunjungi terminal bus tipe A dan Bandara Tunggul Wulung, di Cilacap, Minggu (6/8).

Hambatan yang dimaksud adalah bangunan PLTU yang bisa menghambat pergerakan pesawat yang lapas landas atau mendarat di Bandara Tunggul Wulung.

Karena ada hambatan di Bandara Tunggul Wulung, kata dia, Kementerian Perhubungan juga akan membuka Pangkalan Udara TNI AU Wirasaba di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, agar bisa dipakai untuk penerbangan komersial. "Tahun ini akan dibangun agar pesawat komersial bisa masuk," katanya.

Dia optimistis Bandara Wirasaba akan diminati banyak maskapai penerbangan karena perkembangan kawasan cukup pesat.

Akibat ada hambatan itu, Bandara Tunggul Wulung yang pernah dioperasikan PT Pertamina itu hanya bisa melayani pesawat sejenis ATR 72 atau CN-235 atau yang lebih kecil dan tidak bisa didarati pesawat sekelas Boeing B-737 atau yang satu kelas.

Sementara itu, Kepala Unit Penyelenggara Bandara Udara Tunggul Wulung. Faisal Marasebessy, mengatakan, perpanjangan landasan pacu dari 1.400 meter menjadi 1.800 meter juga belum bisa dilakukan karena lahan belum dibebaskan selain masih ada bangunan tinggi milik PLN.

Kendala lain, kata Marasabessy, adalah masih ada warga yang menyeberang landasan pacu sehingga membahayakan keselamatan penerbangan.

"Kami masih memperbolehkan menyeberang jika tidak jadwal pesawat yang akan mendarat," katanya.

Bandara Tunggul Wulung saat ini memiliki landasan pacu sepanjang 1.400 meter dengan lebar 30 meter serta apron ukuran 190 meter X 96,5 meter yang mampu menampung tiga pesawat sekelas ATR 72 atau CN 235.

Bandara ini melayani Susi Air yang terbang dari Bandara Halim Perdana Kusuma ke Bandara Tunggul Wulung dua kali sehari dan Pelita Air dua kali seminggu serta menjadi lokasi lima sekolah penerbangan termasuk milik Kementerian Perhubungan. (ANT)

ALDY MADJIT