Senin, 21 Mei 2018 | 17:53:01 WIB

Calhaj Tertua Embarkasi Surabaya Berangkat Haji

Jum'at, 18 Agustus 2017 | 00:50 WIB
  • Ilustrasi - Jemaah Haji asal Pacitan, Jawa Timur diberangkatkan ke Tanah Suci, melalui Surabaya. (FOTO: IST/LINDO)

SURABAYA, LINDO - Suratmi Ahmad Zali, yang menurut data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu merupakan calon haji (calhaj) tertua dari keseluruhan rombongan Embarkasi Surabaya tahun ini, menyatakan siap berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.

Calon haji berusia 95 tahun asal Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, itu tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 61 Embarkasi Surabaya, yang sejak Kamis (17/8) siang telah tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Menurut jadwal, rombogan kloter 61 yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Pamekasan, akan terbang ke tanah suci pada Jumat (18/8) dini hari, pukul 02.25 WIB.

Didampingi keponakannya, Putina Hasan, Suratmi tampak sumringah. Wajahnya terlihat lebih muda dari usianya yang hampir menginjak satu abad.

Suratmi yang sepanjang hidupnya bekerja sebagai petani tembakau itu mengaku masih mampu beraktivitas dengan normal.

Bahkan kemampuan indera penglihatan dan pendengarannya masih tergolong tajam. Hanya beberapa giginya yang terlihat tanggal.

Dia mengatakan, satu-satunya gangguan kesehatan pada dirinya selama ini adalah tensi darahnya yang terkadang naik, membuatnya terasa pusing.

"Kadang-kadang persendian di lutut saya juga terasa sakit," ucapnya dengan bahasa Madura, satu-satunya bahasa yang dia kuasai.

Meski secara keseluruhan masih merasa sehat, nenek yang telah memiliki 10 cucu ini mengaku sudah tidak diperbolehkan lagi beraktivitas sebagai petani tembakau oleh anak-anaknya.

"Saya diberangkatkan haji oleh ketiga anak saya," ujarnya. Menurut dia, pergi ke Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima adalah cita-citanya sejak masih muda.

Lebih lanjut, perempuan yang suaminya telah lama meninggal dunia ini, membeberkan resep awet mudanya, yaitu mandi sebelum subuh, lalu rutin berdzikir dan beristifhfar, serta membaca shalawat sesering mungkin.

"Makannya nasi jagung dan sayur-sayuran secara teratur tiap hari. Minumnya cukup air putih," tuturnya.

Berbekal kesehatannya tersebut, Suratmi kini mengaku sudah tak sabar lagi untuk segera menginjakkan kakinya di Tanah Suci, menjadi tamu Allah, demi memenuhi rukun Islam yang kelima. (ANT)

AHMAD DAILANGI