Senin, 18 Juni 2018 | 07:11:07 WIB

Sudah 1,3 Tahun, Pelaku Pengeroyokan Wartawan Lolos dari Jerat Hukum

Minggu, 20 Agustus 2017 | 22:52 WIB
  • Seorang wartawan yang berinisial (AZ) sedang menunjukan bukti kekerasan pada dirinya yang dialami di halaman kantor Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat pada 16 Mei 2016 silam. (FOTO: AHMAD/LINDO)

BEKASI, LINDO - Kasus pengeroyokan dan penganiayaan yang menimpa seorang wartawan yang berinisial (AZ) hingga kini belum juga dituntaskan oleh jajaran Kepolisian Resort Kota Bekasi.

Bukiti laporan polisi bernomor: LP/1131/K/V/2016/SPKT/Resta Bekasi Kota yang diterima LINDO, Minggu (20/8) sudah cukup lama yaitu sudah mencapai 1,3 tahun. Dan kasus ini belum juga dituntaskan oleh Kepolisian setempat.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Polisi Hero Bachtiar ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan dirinyaa belum mengetahui dan memahami isi perkara itu, namun dia mengharapkan pada wartawan agar kasus itu perlu di kroscek pada bawahannya.

"Nomor LP-nya berapa, nanti anda menghadap dan bertanya pada penyidik hambatannya apa. Bila perlu tanya nama penyidiknya, nanti saya yang akan panggil untuk menghadap," kata Kapolres melalui pesan singkatnya.

Seperti diketahui insiden pengeroyokan dan penganiayaan itu bermula ketika dua awak media ingin melakukan konfirmasi pada Camat Pondokgede Chairul untuk menanyakan terkait soal stadion mini Pondokgede yang diduga adanya pelanggaran penggunaan anggaran.

Namun seorang oknum anggota Satpol PP berinisial (B) melakukan aksi provokator setelah terjadi cekcok mulut dengan korban. Kemudian oknum Satpol PP tersebut menghubungi teman-temannya (oknum preman). Tanpa basa-basi langsung melakukan pengeroyokan kepada AZ. Korban (AZ) mengalami luka-luka serius dan ada intimidasi yang dialami oleh rekannya berinisial (DM). Lokasi kejadiannya berada didalam halaman kantor Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat pada 16 Mei 2016 silam. 

"Kasus pengeroyokan yang saya alami sepertinya mandeg alias 'mengendap' karena hanya jalan ditempat saja. Mungkin harus ada supervisi dari Kapolres Metro Bekasi Kota dalam hal ini penyidik Jatanras untuk menuntaskan kasus ini agar bisa menangkap otak pelaku pengeroyokan itu," ujar AZ kepada awak media, Sabtu (19/8).

AZ juga menuduh oknum penyidik Polres Metro Bekasi Kota yang terindikasi seperti 'sangat' kesulitan dalam penanganan kasus pengeroyokan itu. Dia sangat menyayangkan hingga kini perkembangan penanganan perkara kasus tersebut belum ada titik terang.

“Setelah saya melapor dan membuat LP, memang SP2HP sempat dikirim. Tapi sebatas itu saja. Saksi-saksi juga sudah diperiksa, namun konfrontir yang telah direncanakan hanya sebatas wacana," ungkap AZ.

Sebagai warga negara yang patut pada hukum dia meminta pada penyidik kepolisian setempat agar serius dan benar-benar tuntaskan masalah ini.

"Polisi sebagai pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat untuk menindaklanjuti secara cepat dan tepat. Tujuannya agar supaya tidak ada lagi orang-orang maupun sekelompok preman melakukan tindakan kekerasan terhadap awak media maupun warga masyarakat serta siapapun di negara ini," tandas AZ.

Yang lebih ironisnya lagi, 'dalang' pelaku pengeroyokan itu masih bebas berkeliaran. "Kinerja oknum penyidik Jatanras Kepolisian Polres Metro Bekasi Kota patut dipertanyakan, ada apa dan mengapa kasus ini mandek," paparnya. (AHMAD DAILANGI)

ALDY MADJIT