Rabu, 24 Oktober 2018 | 12:36:25 WIB

Donasi Jabar Peduli Rohingya Capai Rp1,2 Miliar

Sabtu, 9 September 2017 | 01:49 WIB
  • Ilustrasi - Seorang relawan menunjukkan uang yang terkumpul saat aksi peduli muslim Rohingya, di Kantor Gubernur Sumatera Barat, di Padang, Jumat (8/9). (FOTO: ANT/LINDO)

BANDUNG, LINDO - Aksi penggalangan dana dari masyarakat Jawa Barat hingga Jumat siang berhasil mengumpulkan lebih dari Rp1,2 miliar yang akan diberikan untuk membantu korban kekerasan yang dialami masyarakat Rohingya di Myanmar.

"Alhamdulillah, hanya dalam waktu satu hari, dana bantuan yang terkumpul sudah mencapai lebih dari Rp1,2 miliar," kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat ikut aksi solidaritas untuk Muslim Rohingya di Gedung Sate, Bandung, Jumat (8/9).

Ia menuturkan, dana yang berhasil dihimpun melalui rekening BJB itu baru sementara, diperkirakan akan terus bertambah, dan lebih besar setelah digabungkan dengan daerah lain yang melakukan aksi sama di Jabar.

Dana yang baru terkumpul itu, kata dia, berasal dari berbagai pihak, seperti masyarakat, OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jabar, infak dan sedekah dari PNS Provinsi Jabar, serta berbagai pihak lainnya.

Ia menyampaikan, masyarakat Jabar yang ingin mendonasikan bantuan masih bisa dilakukan dengan cara mentransfer uang ke nomor rekening BJB 2345-6789-1000-1 atas nama Jabar Peduli.

Dana yang berhasil terhimpun itu, kata Gubernur, akan disalurkan secara resmi ke lembaga pemerintah, maupun melalui lembaga donasi yang terpercaya dalam gerakan kemanusiaan.

"Di situ ada Dompet Duafa, ada PKPU, ada Daarut Tauhid, ada macam-macam di situ, ada Lazis NU, Lazis, Muhamayadiyah, ada Lazis PUI, dan lain sebagainya, kan tergabung," katanya.

Aksi penggalangan dana untuk muslim Rohingya tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jabar.

Aksi solidaritas tersebut, kata Gubernur, untuk menyampaikan pesan bahwa masyarakat Jabar peduli terhadap warga Rohingya dan mengecam segala tindakan kekerasan.

"Semuanya mendukung perjuangan Rohingya, semuanya meminta kekerasan terhadap bangsa Rohingya dihentikan," katanya. (ANT)

SUPRIYANTO