Kamis, 18 Oktober 2018 | 01:48:55 WIB

Terbongkar, Pelayanan Seks untuk Pejabat Pusat dalam Kunker

Senin, 18 September 2017 | 01:37 WIB
  • Ilustrasi - Beri pelayanan seks untuk pejabat pusat di daerah dalam sebuah hotel. (FOTO: IST/LINDO)

THAILAND, LINDO - Banyak hal yang dilakukan aparatur sipil atau birokrat untuk merayu atau mendapatkan pengakuan dari pejabat pemerintah pusat. Baik cara halal maupun haram, adalah sebuah keniscayaan agar tujuan yang mereka inginkan 'diamini' para pejabat senior.

Seperti yang dilakukan para birokrat dan aparatur sipil negara di wilayah ini. Meski sungguh menjijikkan, dan tak layak ditiru, mereka kerap memberikan gratifikasi pelayanan seks kepada pejabat pemerintah pusat yang berkunjung.

Yang mencengangkan adalah, para pejabat diberikan suguhan para remaja perempuan di bawah umur. Tak hanya sekedar menemani minum dan makan semata. Remaja-remaja lugu tersebut diwajibkan menemani 'tidur' semua pejabat 'berhidung belang' tersebut.

"Kadang-kadang kami menerima dulu informasi tentang jenis-jenis perempuan yang mereka inginkan…kadang-kadang harus disediakan 5 hingga 10 wanita supaya dipilih oleh sang pejabat senior."

Pernyataan tersebut dilontarkan Boonyarit Nipavanit, seorang pejabat di Mae Hong Son, Thailand, seperti dikutip dari scmp.com, Minggu (17/9).

Tradisi memalukan ini ternyata dinilai hal yang wajar alias lazim dilakukan para ASN setempat. "Ketika kelompok-kelompok pejabat senior datang untuk seminar atau perjalanan dinas, ada kebiasaan 'menjamu mereka', yang berarti menghidangkan makanan, dan kemudian 'menggelar alas berbaring', yang berarti menyediakan perempuan-perempuan," imbuh Boonyarit.

Dengan melibatkan remaja putri di bawah umur, skandal ini ternyata melibatkan polisi, dan pejabat di provinsi tersebut. Alhasil,reaksi protes pun membanjiri halaman-halaman depan harian nasional setempat.

Bahkan saat ini banyak seruan untuk membasmi budaya yang menyuburkan perdagangan manusia yang marak di kerajaan itu.

Semoga saja kejadian tersebut tidak terjadi di lingkungan birokrasi di Indonesia. (VANI)

ALDY MADJIT