Kamis, 13 Desember 2018 | 18:17:29 WIB

Lima Puluh Peserta Penataran Babinsa Tersebar Terima Materi Proxy War

Sabtu, 30 September 2017 | 14:45 WIB
  • (FOTO : PENDAMJAYA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Sebanyak 50 peserta Penataran Babinsa Tersebar, menerima materi Proxy War yang diberikan Komandam Rindam (Danrindam) Jaya Kolonel Inf Anton Yuliantoro, di Ruang Gatot Subroto Rindam Jaya, Condet, Jakarta Timur (Jaktim), Sabtu (30/9).

Dalam penjelasannya, Kolonel Inf Anton Yuliantoro mengajak para Babinsa (Bintara Pembina Desa) untuk mampu memahami situasi kondisi yang terjadi saat ini, sehingga tidak hanyut (terbawa) oleh perubahan situasi yang menyebabkan lunturnya ketanggapan dan kesiapsiagaan para Babinsa.

Dalam kesempatan tersebut, Kolonel Inf Anton Yuliantoro memberikan penjelasan secara rinci situasi banyak negara yang terus mengalami krisis energi karena tidak seimbang dengan tingkat pertumbuhan penduduk dunia, sehingga perang energi tidak bisa dihindari, termasuk oleh Indonesia.  Kondisi ini menyebabkan sulitnya memprediksi siapa lawan dan siapa kawan karena adanya pengendalian non state actors (aktor non Negara) dari jauh.

Untuk itu, Danrindam Jaya memberikan beberapa penekanan kepada para Babinsa untuk terus meningkatkan kemampuan intelijen, dan mengokohkan kemanunggalan dengan rakyat, sebab Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak bisa mempertahankan negara tanpa peran serta rakyat.

Kolonel Inf Anton Yuliantoro juga meminta para Babinsa untuk mencermati perkembangan situasi terkini di Indonesia yang telah mengalami perang media massa sebagai upaya pembentukan opini, rekayasa sosial dan kegaduhan di masyarakat.

“Begitu juga nampak penyebaran black campaign (kampanye hitam) untuk menjatuhkan dan menghancurkan hasil-hasil komoditas Indonesia.  Serta ada upaya untuk menghancurkan generasi muda melalui budaya negatif, mengadu domba antar TNI-Polri, penyadapan percakapan pejabat negara, serta upaya menjatuhkan citra Indonesia di mata Internasional dengan isu terorisme, HAM, demokratisasi, lingkungan hidup, dan isu lainnya,” paparnya.

Dengan kondisi tersebut, Kolonel Inf Anton Yuliantoro meminta para Babinsa setelah bertugas di wilayah masing-masing untuk menyadari peran Babinsa sebagai ujung tombak TNI Angkatan Darat (AD).

Menurutnya, Babinsa harus dapat membantu memberikan kesadaran bagi generasi muda untuk bangkit dan menyadari kondisi bangsa saat ini, dimana kemajuan Indonesia tidak diharapkan oleh bangsa lain yang melakukan kendali di berbagai aspek kehidupan.

ARMAN R