Rabu, 19 September 2018 | 16:48:09 WIB

"NKRI Harga Mati" LSM GMBI Siap Bela Negara Sampai Mati

Rabu, 11 Oktober 2017 | 20:36 WIB
  • Ketua LSM-GMBI Distrik Kota Jakarta Timur Tommy A Leleulija bersama para anggota LSM GMBI Jaktim, Selasa (11/10). (FOTO: AYUB/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indondonesia (LSM-GMBI) siap ikut berperan dan memiliki rasa tanggung jawab besar sebagai sosial control, mengawal dan mengawasi serta memotivasi sekaligus memberdayakan anak bangsa yang ada di level bawah.

LSM GMBI Distrik Kota Jakarta Timur terus berkomitmen untuk maju sebagai agen perubahan serta siap menjadi garda depan baik dalam kontek pengawalan, pengawasan, pemberdayaan, sosial, supermasi hukum, budaya, ekonomi dan lainya.

Demikian hal itu dijelaskan Ketua LSM GMBI Distrik Kota Jakarta Timur Tommy A Leleulija SH, MH di Jakarta Timur, Rabu (11/10).
 
Lebih lanjut Tommy menjeleskan GMBI memiliki rasa solidaritas dan kewajiban dan siap berkontribusi guna untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), karena bagi GMBI NKRI adalah harga mati.

"Kami GMBI memiliki rasa solidaritas dan kewajiban siap berkontribusi guna ikut mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), karena bagi kami NKRI sudah merupakan harga mati," tandasnya.

Meskipun ada pemahaman bahwa GMBI terkesan keras dan arogan, menurut Tommy itu adalah presepsi yang salah, jutru hal itu berbalik.  "Kami sangat mengakar rumput dan paling dibawah, dekat dengan rakyat bekerja berjuang untuk rakyat," ujarnya.

GMBI menurut Tommy memiliki motto “NKRI adalah Harga Mati”, yang artinya sekali melangkah kedepan pantang untuk mundur dan paling berani tampil di depan.

"Kami (GMBI) mempunyai motto “NKRI adalah Harga Mati”, itu artinya sekali melangkah kedepan pantang untuk mundur dan siap berani tampil di garda yang paling depan," ucapnya.

Tommy mengungkapkan LSM GMBI Distrik Jakarta Timur eksistensinya masih terbilang muda, namun kinerja dan didikasinya tak di ragukan lagi,
baik bentuk dalam membantu menegakkan supermasi hukum pertahanan dan keamanan.

"Kami GMBI Distrik Jakarta Timur siap dan berpihak kepada kaum marginal, miskin, yang tertindas. Menjadikan kaum lemah sebagai teman dan berjuang terus menyatukan pandangan dan pikiran sehingga kaum marginalisasi dapat hidup setara, punya hak hidup layak aman dan sejahtera serta menikmati dalam berdemokrasi," paparnya.

Kemudian untuk para anggota kata Tommy, di tuntut untuk memperlihatkan citra, dan nilai dan arah dan tujuan ke depan ormas dan di harapkan terus berkomiten mentaati aturan serta memaknai nilai dan visi dalam keadaan situasi yang dialami maupun dengan tempat dimana berada dengan berpegang pada prinsip hidup untuk menegakkan keadilan dan kebenaran.

"Mengimplementasikan misi GMBI para rekan anggota di haruskan menjadikan organisasi yang inovatif, reaktif melalui suatu proses berpikir dengan memanfaatkan pola pikir berupa kecerdasan, kesadaran, dan akal yang sehat," jelasnya.

Tommy mengungkapkan oramsnya tetap beridealis sesuai lambang dalam logo GMBI. Mereka ingin membentuk sebuah bulatan yang mempunyai arti perjuangan yang digelorakan terus menerus tanpa henti.

"Marilah berjuang demi bangsa dan Ibu pertiwi ini. Sekali melangkah kedepan pantang untuk mundur GMBI sampai mati dan NKRI adalah harga mati," bebernya.  (AYUBDIN NASUTION)

ALDY MADJIT