Rabu, 19 September 2018 | 08:41:26 WIB

Irjen Polisi Murad Ismail Janji Tidak Curang Dalam Pilgub Maluku

Selasa, 26 Desember 2017 | 12:55 WIB
  • Ketua Umum PPP Romahurmuziy bersama Irjen Polisi Murad Ismail saat penyerahan rekomendasi di Kantor DPP PPP, Jalan Diponogoro, Jakarta Pusat Rabu (20/12). (FOTO: RMOL/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kepala Korps Brimob Mabes Polri Irjen Polisi Murad Ismail menegaskan dirinya tidak mau terpilih memimpin daerah dengan cara culas alias curang.

“Saya tidak mau juga kalau jadi gubernur dengan melakukan kecurangan, dan saya berharap dari penegak hukum untuk menjaga ini,” kata dia di Jakarta, Selasa (26/12).

Bagi orang nomor satu di pasukan Brimob ini, kecurangan tidak ada dalam prinsip hidupnya.

“Karena di dalam kamus saya sampai hari ini tidak suka sama semua bentuk kecurangan,” tegasnya.

Pernyataan Jenderal bintang dua ini menyikapi kekhawatiran publik jika perwira tinggi Polri yang maju di Pilkada 2018 akan menyalahgunakan kekuasaan untuk memenangkan pertarungan.

Alumni Akpol 85 kelahiran Ambon itu berjanji akan memegang teguh komitmen dirinya untuk bertarung dalam Pilkada 2018 dengan fair dan jujur.

“Semoga Allah SWT mendengar doa dan permintaan saya,” pintanya.

Sejauh ini sudah ada empat jenderal polisi dikabarkan maju pencalonan kepala daerah 2018 nanti. Mereka di antaranya, Kepala Korps Brimob Irjen Murad Ismail, resmi diusung oleh PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk bertarung dalam Pilgub Maluku.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Paulus Waterpau yang rencananya bakal maju dalam Pilkada Papua. Kapolda Kalimantan Timur Irjen Safarudin untuk Pilgub Kaltim dan yang terakhir Wakalemdiklat Polri Irjen Anton Charliyan yang masih menunggu rekomendasi PDIP untuk Pilgub Jawa Barat. (RMOL/AAD)