Sabtu, 15 Desember 2018 | 00:27:33 WIB

TNI AL Terima Pesawat Udara CN 235-220 Dan Dua Unit Helikopter AS 565

Selasa, 9 Januari 2018 | 19:06 WIB
  • (FOTO : DISPENAL/LINDO)

JAKARTA, LINDO – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menerima Pesawat CN 235-220 Maritime Patroli Aircraft dan dua unit Helikopter AS565 Mbe Panther Anti Kapal Selam (AKS), yang diserahkan Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP, kepada Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., di Hanggar Fixed Wing PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Selasa (9/1). Selain kepada TNI AL, Kemenhan juga menyerahkan Helikopter Serang AS555AP Fennec kepada TNI AD (Angkatan Darat).

Acara serah terima pesawat udara (Pesud) ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima oleh Direktur Utama PTDI Elfien Goentoro dan Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemenhan Laksda TNI Agus Setiadji disaksikan Menhan, Panglima TNI, Kasal, Kasad  Jenderal TNI Mulyono dan Jajaran Dewan Komisaris serta Direksi PTDI.

Pesawat udara CN235-220 Maritime Patrol Aircraft memiliki beberapa keunggulan, diantaranya Maximum Take Off Weight (MTOW) = 16,000 kg, dapat lepas landas dengan jarak yang pendek dengan kondisi landasan yang belum beraspal atau kondisi masih berumput serta mampu terbang selama 10 -11 jam dengan sistem avionik yang lebih moderen, autopilot, dan adanya winglet di ujung sayap agar lebih stabil. Pesawat ini juga irit bahan bakar.

Sementara itu, Helikopter AS565 Mbe Panther merupakan hasil kolaborasi industri antara PT Dirgantara Indonesia dengan Airbus Helicopters, Perancis, di mana pada fase integrasi Helikopter AKS ini sejak mulai desain hingga pemasangan dilakukan sendiri oleh PT Dirgantara Indonesia.

Helikopter AS565 MBe Panther ini mampu mendeteksi keberadaan kapal selam yang dilengkapi dengan dipping sonar L-3 Ocean Systems DS-100 Helikopter Long-Range Active Sonar (HELRAS).

Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dalam sambutannya mengatakan, masuknya helikopter AKS, Pesud CN235 MPA dan Helikopter Serang dalam jajaran TNI, sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) dan Minimum Essential Force TNI.

“Proses pengadaan tersebut dilakukan dengan prinsip-prinsip akuntabilitas dan transparansi. Selain itu bertujuan mewujudkan kemandirian industri pertahanan Republik Indonesia yang mampu memperkuat keterpaduan operasional antara sistem senjata antar matra,” terang Menhan.

Pada kegiatan ini juga dilaksanakan penyerahan Sertifikat Laik Udara Militer, yang dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima serta penyerahan cinderamata oleh Direktur Utama PTDI kepada Menteri Pertahanan dan Panglima TNI.

Selain dihadiri oleh jajaran Kementerian Pertahanan (Kemhan), pada acara serah terima Pesud ini turut hadir Deputi Bidang Pertambangan Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, para pejabat Mabes TNI, pejabat utama Mabesal, Kadislaikmatal, Kadispenal, Danpuspernebal serta Perwakilan Pejabat PT Dirgantara Indonesia.  (ARMAN R)