Selasa, 14 Agustus 2018 | 22:42:00 WIB

Menaker Berharap Liga Pekerja Lahirkan Atlet Sepak Bola Nasional

Minggu, 21 Januari 2018 | 14:41 WIB
  • (FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri berharap penyelenggaraan Liga Pekerja Indonesia (LPI) tidak hanya menjadi wahana untuk membangkitkan semangat kebersamaan antar pekerja dan meningkatkan kualitas hubungan industrial, tapi juga dapat melahirkan atlet sepak bola nasional seperti yang pernah terjadi pada Liga Sepakbola Karyawan (Galakarya).

"Selain untuk memperkuat iklim kondusif di lingkungan perusahaan, saya berharap LPI dapat melahirkan atlet sepak bola potensial dari kalangan pekerja," kata Hanif saat membuka LPI zona Kepulauan Riau (Kepri), di Lapangan Sepak Bola Citra Mas, Kabil Batam, Kota Batam, Propinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (20/1).  Turut hadir pada acara pembukaan tersebut Gubernur Provinsi Kepri Nurdin Basirun.

Penyelenggaraan LPI lanjutnya, terinspirasi dari Galakarya yang pernah populer pada era 1970-an dan 1980-an. Galakarya saat itu banyak melahirkan pemain-pemain sepak bola yang ikut memperkuat tim nasional seperti Ronny Pattinasarani, Rully Nere, Anjas Asmara dan Andi Lala.

Oleh karena itu kata Hanif, bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Kemnaker berupaya menghidupkan kembali semangat Galakarya melalui LPI.

Penyelenggaraan LPI merupakan sebuah kegiatan yang sengaja diadakan untuk menyambut Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2018. “Diharapkan dengan mengisi May Day dengan berbagai kegiatan positif semacam LPI, pekerja, pengusaha dan pemerintah dapat menikmati suasana May Day yang penuh kegembiraan, damai dan positif,” harap menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini. 

Diharapkan melalui berbagai kegiatan positif seperti LPI, buruh tidak lagi berdemo saat memperingati Hari Buruh Internasional. Untuk itu, Kemnaker mendukung semua kegiatan positif yang dilakukan untuk merayakan May Day baik sebelum dan setelah May Day.

LPI akan digelar di 34 propinsi dengan diikuti maksimal 16 tim di setiap provinsi. Juara di setiap provinsi akan diadu di delapan zona regional. Tim juara dari zona regional akan bertanding di babak delapan besar nasional. Selanjutnya babak semifinal dan final diadakan di Jakarta.  Partai  final akan digelar bertepatan dengan peringatan May Day pada 1 Mei 2018.

“LPI ini direncanakan akan berlanjut untuk memperebutkan piala bergilir, yaitu Piala Presiden. Ini merupakan momen penting bangkitnya kembali sepakbola pekerja/buruh yang telah lama vakum. Momen ini tentu saja dapat memberikan harapan bagi atlit sepakbola untuk tetap berkarir dan berkarya dalam industri sepakbola,” ungkap Hanif. Sebelumnya, LPI pertama kali diresmikan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (17/12/2017).

Hanif berharap, LPI dapat juga menciptakan hubungan yang realistis, lebih manusiawi, terintegrasi, kekeluargaan dan sportivitas khususnya bagi pekerja yang mayoritas menggemari olahraga sepakbola.  "Kita berharap digelarnya LPI menjadi tonggak sejarah olahraga yang melibatkan para pekerja dan pengusaha," harapnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyambut baik penyelenggaraan LPI di Kepri agar bisa menghidupkan klub-klub sepakbola yang dulu pernah berjaya di tanah air. Di tahun 1970-an, klub-klub dari Galakarya memberikan berkontribusi bagi timnas dengan sumbangsih pemain timnas yang berasal dari perusahaan-perusahaan. 

"Kita harapkan perusahaan melahirkan kembali klub-klub yang tangguh berkontribusi memberi SDM bagi timnas," kata Nurdin Basirun. (ARMAN R)