Selasa, 19 Juni 2018 | 09:50:48 WIB

Tiga Terdakwa First Travel Didakwa Rugikan Jemaah Rp905 Miliar

Senin, 19 Februari 2018 | 17:56 WIB
  • Sidang pembacaan dakwaan tiga terdakwa penipuan dan penggelapan dana ibadah umrah First Travel. (FOTO: MI/LINDO)

DEPOK, LINDO - Tiga terdakwa kasus penipuan dan penggelapan dana ibadah umrah oleh First Travel didakwa merugikan puluhan ribu orang. Total kerugian yang alami korban sebanyak Rp905 miliar.

"Terdakwa patut diduga telah menipu dan menggelapkan dana," kata Jaksa Penuntut Umum Heri Jerman saat membacakan dakwaan di PN Depok, Senin (19/2).

Heri menuturkan Direktur Utama First Travel Andika Surachman, Direktur First Travel Anniesa Hasibuan, dan Direktur Keuangan First Travel Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki menawarkan paket umrah murah.

"Biaya umrah seharusnya Rp20 jutaan. First Travel menawarkan paket sebesar Rp14 jutaan, untuk biaya promo dengan fasilitas hotel bintang 3, " beber dia.

Alhasil, sedikitnya 93.295 orang telah mendaftarkan dirinya untuk mengikuti promo umrah tersebut sejak Januari 2015. Dari jemaah yang mendaftar terkumpul uang lebih dari Rp1,3 triliun.

Jamaah mentransfer sejumlah uang itu melalui Bank Mandiri atas nama PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel).

Dari dana yang terkumpul itu, First Travel telah memberangkatkan sebanyak 29.985 orang per 16 November 2016 hingga 14 Juni 2017.

Dari total dana yang terpakai untuk memberangkatkan 29.985 jamaah, tersisa sebesar Rp905 miliar. Sementara sedikitnya 63.310 orang belum diberangkatkan umrah oleh PT First travel hingga hari ini.

"Sisa dana jemaah Rp905 miliar lebih yang terkumpul digunakan terdakwa untuk menyalurkannya kepada aset-aset bergerak dan tidak bergerak," ujar dia.

Adapun dari uang itu, kata Heri, ketiga terdakwa membelanjakan untuk keperluan pribadi. "Membiayai kepentingan pribadi terdakwa yang sama sekali tidak ada hubungannnya dengan pemberangkatan jemaah umrah," ucap Jaksa Heri.

Antara lain, biaya perjalanan wisata keliling Eropa Rp8,6 miliar. Lalu untuk pembelian perusahaan PT Hijrah Bersama Taqwa pada 2006 sebesar Rp1,2 milliar.

"Pembelian satu buah mobil Fortuner pada 2016 sebesar Rp350 juta atas nama Solohin, pembelian satu buah mobil Fortuner atas nama Siti Nur Aida sebesar Rp350 juta, pembelian satu buah jam tangan merek Carl F Bucherer yang dibeli pada 2015 seharga Rp200 juta," beber Jaksa.

Selanjutnya, membelikan mobil merek BMW pada 2016 seharga Rp700 juta, mobil Toyota Vellfire seharga Rp1 miliar, mobil Mercedes seharga Rp1 miliar, mobil VW Rp1 miliar. Serta membelikan sebuah cincin berlian pada 2016 seharga Rp150 juta.

"Pembelian beberapa tas mewah merek Gucci seharga Rp18 juta, tas Furla seharga Rp24 juta, dan tas Louis Vuitton seharga Rp30 Juta," tambah dia.

Akibat perbuatan ketiga terdakwa, sebanyak 63.310 orang dirugikan. Mereka telah membayar lunas biaya perjalanan umrah, tapi tidak diberangkatkan. Jadwal pemberangkatan pada November 2016 hingga Mei 2017.

"Dengan kerugian Rp905.333.000.000," tutur jaksa.

Akibat perbuatannya, tiga terdakwa didakwa melanggar Pasal 378 dan Pasal 372 tentang Penipuan dan Penggelapan serta Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantan Tindak Pidana Pencucian Uang jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Terkait dakwaan jaksa, ketiga terdakwa bakal mengajukan eksepsi atau keberatan. Sidang ditunda sepekan untuk persiapan eksepsi.  (MTVN)