Minggu, 16 Desember 2018 | 10:51:47 WIB

Pengguna Internet Indonesia Naik, Kebanyakan Milenial

Senin, 19 Februari 2018 | 22:22 WIB
  • Sekretaris Jenderal APJII, Henri Kasfyi Soemartono. (FOTO: MTVN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pengguna internet di Indonesia naik menjadi 143,26 juta orang pada 2017 dari 132,7 juta orang pada 2016. Itu artinya, lebih dari 50 persen warga Indonesia sudah melek internet.

Dari semua pengguna internet tersebut, sebanyak 58 persen merupakan penduduk Jawa. Untuk penyebaran pengguna internet di Indonesia, Anda bisa melihatnya pada gambar di bawah.  

Menariknya, meskipun pengguna internet kebanyakan tinggal di Pulau Jawa, penetrasi internet terbesar justru ada di Kalimantan. Sebanyak 72 persen warga Kalimantan sudah mengakses internet. Jawa menjadi kawasan kedua dengan tingkat penetrasi tertinggi dengan anak 57,7 persen, disusul oleh kawasan Bali-Nusa dengan 54,23 persen.

Di Indonesia, hampir 50 persen pengguna internet adalah orang-orang yang ada di rentang umur 19-34 tahun yang merupakan generasi milenial. Sementara hampir 30 persen pengguna internet berada di rentang umur 25-54 tahun. Sisanya, pengguna internet ada di rentang umur 13-18 tahun (16,68 persen) dan di atas 54 tahun (4,24 persen).

Ada hubungan antara tingkat penetrasi dengan jenjang pendidikan seseorang. Semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin besar pula kemungkinan orang tersebut telah mengakses internet, seperti yang bisa Anda lihat pada gambar di bawah.

Sama halnya dengan kelas ekonomi. Semakin mapan seseorang, maka semakin besar kemungkinan dia sudah mengenal internet.

Menariknya, meskipun tingkat penetrasi di masyarakat dengan kelas ekonomi A, jumlah orang yang menggunakan aplikasi berbayar atau aplikasi dengan sistem berlangganan masih tidak banyak.

Menurut survei yang dilakukan oleh APJII, hanya 11,41 persen responden yang menggunakan aplikasi berbayar dan hanya 6,29 persen yang menggunakan aplikasi berlangganan.

"Model aplikasi berbayar atau berlanggan tidak terlalu banyak digunakan," kata Sekretaris Jenderal APJII, Henri Kasfyi Soemartono. "Karena itu, para developer di Indonesia harus memberikan solusi selain membuat aplikasi berlangganan atau berbayar."

Di Indonesia, ada jauh lebih banyak orang yang menggunakan smartphone atau tablet untuk mengakses internet daripada orang yang menggunakan laptop untuk mengakses internet. Hal ini terlihat dari kepemilikan kedua perangkat tersebut.

Sementara 50 persen populasi memiliki smartphone atau tablet, hanya ada 25,72 persen populasi yang memiliki komputer atau laptop. "Ini adalah tantangan untuk kita agar bisa memberikan smartphone dan komputer dengan harga yang lebih terjangkau untuk orang-orang yang ada di kawasan rural," kata pria yang akrab dengan panggilan Henri tersebut. (MTVN)