Rabu, 21 November 2018 | 05:12:05 WIB

Kepala BPSDM Kemendagri : Pembekalan Kepemimpinan Untuk Jawab Tantangan ASN Ke Depan Yang Semakin Berat

Kamis, 22 Februari 2018 | 22:06 WIB
  • (FOTO : ARMAN R/LINDO)

CIPATAT, LINDO – Sebanyak 432 pejabat eselon IV dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) mengikuti Kegiatan Pembekalan Kepemimpinan Bagi Pejabat Pengawas (Eselon IV) di Lingkungan Kemendagri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tahun Anggaran (TA) 2018, yang dibuka oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri Teguh Setyabudi, di Markas Pussenif TNI AD, Cipatat, Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis, (22/2).

Kepala BPSDM Kemendagri Teguh Setyabudi yang didampingi pejabat Pussenif dalam acara tersebut mengatakan, diadakan Pembekalan ini, selain merupakan petunjuk dan arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, juga membentuk Pejabat Pengawas (Eselon IV) Kemendagri dan BNPP, mempunyai sikap mental dan jiwa kepeminpinan yang baik, sekaligus menanamkan kembali jiwa Nasionalis dan Kebangsaan ke arah yang lebih baik

“Tantangan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke depan semakin berat, dan itu dibutuhkan ASN yang handal, profesional dan kompeten, tapi juga yang handal dalam kepemimpinan.  Untuk itu melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh sikap disiplin yang lebih baik lagi, begitu juga dengan nilai-nilai nasionalisme dan kejuangan harus jauh lebih baik dari sebelumnya,” ungkap Teguh.

Kegiatan ini lanjutnya, sengaja digelar di markas Pussenif, karena selain Pussenif sudah sangat pengalaman dalam hal dalam memberikan pembekalan kepemimpinan, juga markas Pussenif mempunyai daya tampung yang besar.

Pada kesempatan itu, Teguh juga mengapresiasi pejabat eselon IV Kemendagri yang dikumpulkan dalam satu forum melalui acara tersebut, karena menurutnya hal itu suatu yang langka dan ia berharap akan mengenal lebih erat lagi antara pejabat eselon IV dalam satu forum tersebut.

Ia menambahkan, memasuki tahun politik 2018, ada 171 daerah yang melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), dan tahun 2019 memasuki Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres), hal ini menurutnya butuh kesiapan dari semua aparatur negara.

“Kita harapkan pembekalan ini memberikan nilai tambah untuk mensukseskan Pilkada 2018. Mari kita jaga Pilkada tidak dikotori oleh isu-isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar golongan) dan ujaran kebencian, yang bisa meruntuhkan sendi-sendi bangsa kita,” ujarnya. (ARMAN R)