Kamis, 16 Agustus 2018 | 00:21:20 WIB

Pemerintah Didesak Tuntaskan Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan

Kamis, 5 April 2018 | 20:11 WIB
  • Polisi sedang meneliti tumpahan minyak, pasca terjadinya kebakaran pipa minyak bawah air di perairan Teluk Balikpapan. (FOTO: TRIBUN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Wakil Ketua Komisi VII DPR, Syaikhul Islam Ali, mendesak pemerintah dan PT Pertamina (Persero) segera menangani kasus tumpahan minyak di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, agar tidak semakin merugikan masyarakat.

"Tumpahan minyak yang terjadi telah menyebabkan kerugian korban jiwa dan pencemaran lingkungan yang serius. Kalau tidak segara dituntaskan, dampaknya akan semakin parah. Untuk itu saya mendesak pemerintah dan Pertamina segera mengatasi permasalah itu," kata Ali, di Jakarta, Kamis (5/4).

Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPR itu mengungkapkan luasan area terdampak akibat tumpahan minyak diperkirakan mencapai luas 7.000 Hektare. Panjang pantai yang terdampak mencapai 60 km.

"Berdasarkan data yang diperoleh, peta area terdampak tumpahan minyak cukup luas. Masyarakat di sekitar area tersebut bahkan mengeluh mual dan pusing akibat bau minyak yang menyengat selama beberapa hari ini," kata Ali.

Kasus tumpahan minyak yang terjadi di perairan Teluk Balikpapan diduga berasal dari fasilitas PT Pertamina (Persero) di Balikpapan.

Penyebabnya berasal dari patahnya pipa minyak milik PT Pertamina (Persero). Tumpahan minyak itu berdampak terhadap dua wilayah di provinsi Kalimantan Timur, yaitu Balikpapan dan Kabupaten Penajam Pasir Utara.

Ali menyatakan, "Pertamina tidak boleh lalai dan rutin periksa kondisi pipa minyaknya. Memang kejadian sepertinya ini jarang terjadi tapi dampaknya besar. Saya minya pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk diproses hukum." (ANT)