Rabu, 19 September 2018 | 20:16:27 WIB

Sikap TNI AD Terkait Keputusan PB IDI

Rabu, 11 April 2018 | 22:14 WIB
  • Mayjen TNI Dr dr Terawan. (FOTO: JAWAPOS/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) melalui Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad) menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas kerjasama baik yang telah terbangun antara TNI AD dan Media Massa selama ini, serta atas pemberitaan yang obyektif dan berimbang terkait permasalahan yang dihadapi oleh Mayjen TNI Dr. dr. Terawan Agus Putranto selaku Kepala RSPAD Gatot Subroto.

Selaku organisasi yang menaungi Mayjen TNI Dr dr Terawan yang merupakan prajurit TNI AD sekaligus Kepala RSPAD Gatot Subroto, dalam merespon sikap yang diambil oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) yang disampaikan melalui siaran beritanya pada 9 April 2018.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh menyampaikan, TNI AD menghormati keputusan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) yang menunda pelaksanaan putusan MKEK yang menjadi polemik selama ini akibat tersebar di ruang publik.

“TNI AD meyakini bahwa putusan yang diambil oleh PB IDI tersebut telah dilakukan melalui berbagai pertimbangan yang matang. Kami menilai keputusan yang dikeluarkan oleh PB IDI tersebut sebagai representasi proporsionalitas penilaian IDI dalam menyikapi sebuah permasalahan yang timbul,” ujar Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh.  

Oleh karenanya lanjut Kadispenad, TNI AD mengajak semua pihak untuk menghormatinya sebagai sebuah keputusan organisasi terhadap anggotanya.

Ketua Umum Pengurus Besar IDI Prof. dr. Ilham Oetama Marsis kata Kadispenad, telah menyampaikan melalui siaran berita bahwa PB IDI menunda melaksanakan putusan MKEK karena keadaan tertentu. Oleh karenanya ditegaskan bahwa hingga saat ini Dr. dr. Terawan Agus Putranto masih berstatus sebagai anggota IDI.

“Terkait dengan layanan Digital Substraction Angiography (DSA), TNI AD mendukung sepenuhnya rekomendasi dari PB IDI yang menyerahkan kelanjutan penilaiannya kepada Tim Health Technology Assesment (HTA) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), termasuk untuk melakukan uji klinis,” ungkap Brigjen TNI Alfret.  

TNI AD tambahnya, berkomitmen untuk senantiasa memberikan yang terbaik bagi masyarakat, dan akan mendukung apapun yang membawa kebaikan bagi kepentingan masyarakat Indonesia.

Pihaknya juga akan mendukung PB IDI untuk melakukan penyelidikan terkait kebocoran Surat Keputusan MKEK yang seharusnya bersifat rahasia dan untuk konsumsi internal. (ARMAN R)