Minggu, 19 Agustus 2018 | 04:44:48 WIB

Ketua DPR Berharap Makin Banyak Perempuan di Parlemen

Sabtu, 14 April 2018 | 02:34 WIB
  • Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta. (FOTO: TEGAR/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berharap partai-partai politik dapat memenuhi kuota 30 persen calon anggota legislatif (caleg) perempuan pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sehingga makin banyak kaum perempuan aktif di politik sebagai anggota parlemen.

"Kuota caleg perempuan minimal 30 persen diatur dalam UU Pemilu. Harapannya, makan banyak kaum perempuan di parlemen, maka aspirasi kaum perempuan dapat lebih terwakili dan parlemen makin produktif," kata Bambang Soesatyo melalui pernyataan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat (13/4) malam.

Pria yang akrab disapa Bamsoet itu mengemukakan, undang-undang (UU) memberikan kesempatan kepada kaum perempuan untuk aktif di politik sebagai anggota DPR RI maupun menduduki jabatan publik, sehingga kaum perempuan harus berjuang sebaik mungkin.

Saat bertemu dengan Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia, ia menyatakan, dirinya meyakini semakin banyak kaum perempuan menjadi anggota DPR RI, akan semakin meningkatkan produktivitas kinerja dewan.

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu menambahkan, DPR RI bersama pemerintah telah memperkenalkan sistem yang mewajibkan partai politik memenuhi kuota minimal 30 persen keterwakilan perempuan dalam daftar calon legislatif (caleg)

"Undang-undang mengamanahkan partai politik dapat memaksimalkan kuota 30 persen perempuan," katanya.

Oleh karena itu, menurut Bamsoet, kaum perempuan juga harus meningkatkan kualitasnya dan berjuang lebih keras agar terpilih menjadi anggota parlemen, sehingga makin banyak perempuan yang menjadi wakil rakyat.

Ia menilai, perempuan yang aktif berpolitik adalah harapan besar bahwa Indonesia masih menggeliat dalam pembangunan.

"Perempuan punya daya sensitivitas yang tinggi dibandingkan laki-laki," katanya.

Selain itu, ia menilai, Indonesia punya banyak tokoh perempuan inspiratif yang hebat karena mampu menjadi lokomotif perubahan.

"Bangsa Indonesia mengetahui sosok dan sejarah perjuangan Cut Nyak Dien, RA Kartini, HR Rasuna Said, Dewi Sartika, serta perempuan lainnya yang menjadi pahlawan nasional," katanya.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI itu juga mendorong Pemerintah RI menerapkan kebijakan berperspektif gender di berbagai lembaga dan kementerian.

Merujuk pada laporan Human Development Report (HDR), Indeks Pembangunan Manusia Indonesia berada pada level sedang dibanding negara di dunia lainnya.

Pemerintah RI yang memiliki program Three Ends, yakni menyelesaikan kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan manusia, dan kesenjangan ekonomi harus didukung sepenuhnya, demikian Bambang Soesatyo. (ANT)