Rabu, 18 Juli 2018 | 04:06:15 WIB

Partai Nasdem Ragukan Prabowo Maju di Pilpres 2019

Sabtu, 14 April 2018 | 03:12 WIB
  • Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate. (FOTO: DETIK/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Jhonny G Plate meragukan mandat yang diberikan Partai Gerindra kepada Prabowo Subianto untuk menjadi calon presiden 2019-2024 akan digunakan karena tidak menutup kemungkinan mandat tersebut digunakan untuk menunjuk kandidat lain.

"Apakah betul Prabowo akan menjadi capres di Pemilu Presiden 2019? Atau jangan-jangan mandat yang diterima itu digunakan untuk menunjuk calon lain agar maju dalam kontestasi," kata Jhonny di Jakarta, Jumat (13/4).

Hal itu menurut dia sangat beralasan karena saat ini baru Partai Gerindra yang fix mengusung Prabowo sedangkan aturan parpol yang bisa mengusung pasangan capres-cawapres telah diatur dalam Pasal 222 UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu).

Dia menjelaskan dalam Pasal tersebut dijelaskan bahwa pasangan calon diusulkan oleh parpol atau gabungan parpol peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada Pemilu Legislatif sebelumnya.

"Gerindra saat ini hanya memiliki 73 kursi di DPR RI lalu dibutuhkan 112 kursi untuk bisa mengusung capres sehingga masih kurang 39 kursi karena itu perlu membentuk koalisi," ujarnya.

Dia menilai pihak Prabowo mungkin banyak unsur pertimbangannya untuk maju dalam Pilpres, pertama syarat ambang batas pencalonan presiden, kedua elektabilitas bisa diangkat atau tidak, dan ketiga dukungan logistik di Pilpres 2019.

Namun dia menegaskan bahwa Nasdem membuat peta konfigurasi persaingan di Pilpres 2019, salah satunya memasangkan Prabowo dengan berbagai nama kandidat cawapres, dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan dinamika politik yang terjadi.

"Kami petakan semua berbagai kemungkinan sampai ada calon yang definitif maju. Kami yakini setiap persaingan itu ada optimisme, kami optimis dengan kekuatan koalisi yang telah dibangun dan relawan," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya sebagai calon presiden pada kontestasi Pilpres 2019.

"Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan menerima mandat sebagai calon presiden dan meminta untuk segera membangun koalisi Pilpres," kata Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani dalam keterangan tertulisnya, Rabu.

Kesiapan Prabowo itu, kata dia, atas permintaan para kader Gerindra yang menginginkan Prabowo maju sebagai capres di Pemilu 2019.

Menurut dia, setelah melalui proses yang panjang dengan menyerap aspirasi dari berbagai daerah, jutaan kader Gerindra membuka mata dan telinga selama satu tahun terakhir tentang kepemimpinan nasional.

Muzani mengatakan dalam Rakornas tersebut, sebanyak 34 DPD dan 529 DPC Partai Gerindra dan ribuan anggota DPRD dari partai tersebur secara bergantian menyampaikan aspirasi konstituennya yang menginginkan agar Prabowo maju sebagai capres.

Menurut dia, atas desakan itu, akhirnya Prabowo menerima mandat dari kader Gerindra dan atas dasar aspirasi tersebut Partai Gerindra secara resmi mencalonkan Prabowo Subianto sebagai capres. (ANT)