Rabu, 19 Desember 2018 | 08:57:33 WIB

Perkuat Koarmabar, Pangarmabar Sambut KRI Bung Tomo-357 Dan KRI John Lie-358

Minggu, 15 April 2018 | 23:33 WIB
  • (FOTO : DISPENKOARMABAR/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., didampingi Danguskamlabar Laksma TNI Dafit Santoso, Danlantamal III Laksma TNI Denih Hendrata dan para pejabat utama Koarmabar menyambut dua KRI Jenis Multi Role Light Freegat (MRLF) yaitu KRI Bung Tomo-357 dan KRI John Lie-358, di Dermaga Sunda Komplek Satuan Koarmabar I  Pondok Dayung, Jakarta Utara, Jumat (13/4).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Alih Bina tiga unit KRI Multi Role Light Freegat (MRFL) dan satu unit KRI Corvette dari Koarmatim ke Koarmabar.

Alih bina tiga unit KRI jenis Multi Role Light Freegat (MRLF) dan 1 Unit KRI Corvetter dari Koarmatim ke Koarmabar tersebut, dalam rangka perimbangan kekuatan dan kemampuan Koarmatim dengan Koarmabar sebagai bagian komponen utama pertahanan negara di laut.

Dalam penyambutan tersebut, Pangarmabar Laksda TNI Yudo Margono mengucapkan selamat datang dengan mengalungkan bunga kepada Komandan KRI Bung Tomo-357 Kolonel Laut (P) Heri Tri Wibowo dan Komandan KRI Jhon Lie-358 Kolonel Laut (P) Dados Raino, sebagai tanda resminya kedua KRI tersebut masuk dan bergabung di jajaran Koarmabar.

Pangarmabar saat di geladak buritan KRI Bung Tomo-357 mengatakan, bergabungnya dua kapal perang ini di Koarmabar adalah untuk memperkuat pengamanan dan sekaligus digunakan memperkuat Koarmabar dalam menghadapi ancaman di wilayah perbatasan Indonesia dengan wilayah negara lain. 

“Kapal perang yang memiliki kemampuan multifungsi ini nantinya akan memperkuat Koarmabar bersama-sama dengan unsur-unsur Koarmabar lainnya dalam mendukung keamanan di seluruh wilayah armada barat,” terang Laksda TNI Yudo Margono.

Adapun KRI Jenis MLRF ini dibuat pada 1995 di Inggris dan diluncurkan pada 2001 sampai dengan 2002 serta bergabung dalam susunan tempur Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) pada tahun 2014.

KRI ini memiliki panjang 95 m dan lebar 12.8 m dengan bobot 2.000 Ton, dapat melaju dengan kecepatan maks 30 Knots. Persenjataannya meliputi Rudal Exocet MM 40, Rudal Pertahanan Udara Verical Launch Sea Wolf, Meriam Utama 76 mm Otomelara, 2 Menara dengan masing-masing 3 Peluncur Torpedo MK-46, serta dilengkapi Platform Helikopter (Helly Jenis AS 565 Panther). 

KRI Jenis MLRF ini memiliki kemampuan peperangan tiga dimensi yaitu Peperangan Anti Permukaan, Peperangan Anti Udara, Peperangan Anti Kapal Selam, misi SAR, misi Diplomasi seperti tergabung dalam Satgas Maritim TNI/Unifil serta berperan aktif dalam kegiatan International Fleet Review di beberapa negara. (ARMAN R)