Rabu, 21 November 2018 | 05:12:22 WIB

Kunjungan Kepala Seksi Kecamatan Tidak Direspon Oleh Kades dan Perangkatnya

Jum'at, 20 April 2018 | 14:10 WIB
  • Suasana kantor desa Aketobatu di Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, sepih dari penghuninya. (FOTO: RIDAWAN/LINDO)

SOFIFI, LINDO - Kedatangan Kepala Seksi (Kasie) Perijinan dari Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan ke Desa Aketobatu pada Jumat (20/4) pagi, untuk meminta data potensi yang ada di seluruh Desa tidak respon yang baik oleh Kades dan perangkatnya.

Menurut Kasie Perijinan Kecamatan Oba Tengah Irwan Sam S,Pd kedatangan dirinya ke desa tersubut sudah diberitahukan sejak jauh hari yaitu pada bulan Maret 2018.

"Tidak ada pegawai atau staf di kantor desa, 'kosong', entah kemana mereka pergi. Surat pemberitahuan kedatangan kami sudah jauh-jauh hari kami kirim ke Desa Aketobatu yaitu pada bulan Maret 2018 yang lalu," kata Irwan Sam kepada LINDO.

Irwan Sam merasa tersinggung karena kedatangannya tidak disambut oleh seluruh perangkat desa. "Saya marah lah, karena kedatangan saya tidak ada satupun perangkat desa yang hadir di kantor pada saat jam kerja," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan kepada kepala Desa Aketobatu agar secepatnya memberikan ketegasan terhadap perangkat desa yang malas hadir dikantor saat jam kerja.

"Jangan sampai hal seperti ini terjadi lagi, Kades Aketobatu harus memberikan ketegasan bagi perangkat desa agar setiap jam kerja pegawainya harus berada di kantor desa," ujarnya.

Sementara itu, sejumlah warga yang ditemui menjelaskan bahwa kekosongan pegawai di kantor desa itu, terlihat sejak pada hari Kamis kemarin. Warga tidak tahu secara pasti penyebab tidak hadirnya para perangkat desa dikantor itu, mereka hanya tahu kantor itu sepih sejak kemarin.

"Kami tidak tahu kenapa perangkat desa dan Kadesnya tidak berada di kantor desa. Sudah dua hari ini mereka tidak ada, lantas kemana mereka pergi, saya tidak tahu pasti. Pada hal ini jam kantor loh, mereka harus bertanggung jawab kenapa pelayanan dibiarkan kosong seperti ini," ujar salah satu warga yang namanya tidak mau dipublikasi.

Warga juga berharap agar pemerintah Walikota Tidore Kepulauan agar segera turun dan mengkroscek perangkat-perangkat desa yang tidak mau hadir berkantor saat jam kerja.

"Kalau membandel seperti ini dan tidak mau masuk kantor, saya harap pak Walikota Tidore harus memberikan sanksi tegas kepada kades dan perangkatnya, biar mereka sadar sebagai pelayan masyarakat," ucapnya.  (RIDWAN)