Sabtu, 20 Oktober 2018 | 20:58:20 WIB

BNPB Apresiasi Penanganan Dampak Gempa Banjarnegara

Jum'at, 20 April 2018 | 16:21 WIB
  • Petugas gabungan bersama relawan membersihkan puing bangunan yang berbahaya, akibat gempa tektonik dangkal dengan kekuatan 4,4 SR pada kedalaman 4 Kilometer, di Desa Kertosari, Kalibening, Banjarnegara, Jateng, Kamis (19/4). Jumlah rumah rusak terdampak gempa bertambah menjadi 316 unit yang tersebar di lima desa di Kecamatan Kalibening, dengan total pengungsi mencapai 526 KK. (FOTO: TRIBUN/LINDO)

BANJARNEGARA, LINDO - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengapresiasi penanganan darurat dampak gempa di Kabupaten Banjarnegara, di mana pemerintah daerah bersama TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan warga merespons bencana secara baik.

"Kami memberikan apresiasi kepada pemda dan aparatnya, TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat semua telah melakukan respons darurat secara baik. Jadi, semua tertangani," kata Kepala BNPB Willem Rampangilei di Banjarnegara, Jumat siang, saat mengunjungi Desa Kertosari di Kecamatan Kalibening yang terdampak gempa.

Ia menjelaskan bahwa gempa Rabu (18/4) itu berdampak pada 544 keluarga serta menyebabkan dua warga meninggal dunia dan 26 orang terluka.

"Yang satu, anak-anak umurnya 13 tahun sedang menonton TV, dia itu meninggal. Lalu, ada lagi warga yang sudah senior, umurnya sudah 100 sekian tahun. Jadi, itu korban meninggal dunia," katanya.

Willem mengatakan pemerintah daerah sudah melakukan penanganan dampak bencana dengan baik, terhadap keluarga yang terdampak maupun warga yang mengalami luka-luka.

"Ini perintah langsung dari Presiden adalah satu, tangani masyarakat yang terdampak akibat bencana gempa ini. Jadi, penanganan, kebutuhan dasar, dukungan logistiknya, pelayanan kesehatan, bahkan sampai kepada proses belajar mengajar," katanya.

Terkait dengan ujian nasional bagi siswa sekolah menengah pertama yang akan dilaksanakan pada hari Senin (23/4), Willem mengatakan BNPB ingin memastikan ruangannya tersedia. BNPB, menurut dia, juga menyiapkan tenda dari Polres Banjarnegara, Kodim Banjarnegara, dan BPBD Banjarnegara.

"Jadi, kita meyakinkan untuk UN (Ujian Nasional) dapat diselenggarakan pada hari Senin (23/4)," katanya.

Willem menjelaskan pula bahwa daerah-daerah yang berisiko mengalami tanah longsor akan ditandai dan diawasi. "Kita beri tanda, diawasi, dan diyakinkan bahwa tidak ada masyarakat yang bergiat di situ karena ini menyangkut masalah keselamatan."

Willem mengatakan bahwa penilaian akan dilakukan pada rumah-rumah yang rusak akibat gempa supaya bisa dibuat surat keputusan bupati untuk mendukung pembangunan kembali rumah warga.

"Bapak Presiden juga menekankan agar masyarakat tidak tinggal terlalu lama di situasi darurat. Jadi, itu nanti yang kita kerjakan," katanya.

Dia ingin pembangunan kembali rumah-rumah yang rusak dapat dilakukan secepatnya karena hingga saat ini sudah terdata sebanyak 230 rumah yang rusak berat.

Setelah Surat Keputusan Bupati terbit, kata dia, pemerintah pusat akan memberikan bantuan stimulan agar warga bisa memulai pembangunan kembali rumah dan bangunan sekolah yang rusak.

BNPB, Willem mengatakan, akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan bangunan sekolah yang rusak akibat gempa.

Selain meninjau lokasi gempa, Willem juga mengunjungi salah satu tempat pengungsian yang berlokasi di Kantor Desa Sidakangen, Kecamatan Kalibening, tempat dia berdialog dengan para pengungsi dan menyerahkan bantuan dari Presiden Joko Widodo berupa paket perlengkapan keluarga. (ANT)