Rabu, 19 Desember 2018 | 08:49:08 WIB

GTI Dorong Tim Gabungan “Bedah Dinasti Politik di Kasus Tana Tidung"

Sabtu, 21 April 2018 | 16:30 WIB
  • (FOTO: PANCA/LINDO)

JAKARTA, LINDO – Terkait dinasti politik yang di duga berujung pada tindak pidana korupsi, Garda Tipikor Indonesia (GTI) mendukung langkah tim gabungan KPK dan Bareskrim Mabes Polri, BPKP dan Kejaksaan “turun” ke Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara).

Dugaan korupsi Proyek pembangunan turap atau sheet pile di Dinas Pekerjaan Umum dan Perhubungan Kabupaten Tana Tidung, semula menggunakan anggaran di tahun 2010-2013 yang kemudian diadendum hingga tahun 2015.

“Dinasti politik memang rawan sekali dengan tindak pidana Korupsi, bukan itu saja dalam prakteknya dinasti politik juga akan memunculkan sifat Kolusi dan Nepotisme, hal ini sangat merugikan masyarakat,” kata Panca Dwikora di Jakarta, Sabtu (21/4)

Panca menegaskan bahwa GTI tetap konsen dan menyoroti perbuatan praktik tindak pidana korupsi yang menggurita dengan melakukan persekongkolan secara sistematik melaui pusaran dinasti politik.

“Dalam konteks politik lokal dinasti politik sangat rentan dengan penyalahgunaan kekuasaan, hal inilah menjadikan pembangunan terhambat,” jelasnya.

Menurut Panca, bukan hal yang baru bahwa politik dinasti mulai menggejala sejak era reformasi, tepatnya setelah pemberlakuan sistem otonomi daerah yang memungkinkan suksesi politik lokal dilakukan secara langsung

“Dengan menguatnya dinasti politik di daerah kami menduga berbagai kebijakan pemerintah pusat tidak sampai atau bahkan diabaikan oleh pemerintah daerah,” pungkasnya.

Seperti diketahui selama enam hari tim gabungan turun ke Kabupaten Tana Tidung, karena ada dugaan tindak pidana korupsi dengan kerugian negara senilai kurang lebih Rp500 milyar, dimana Umi Suhartini, istri dari Bupati Tana Tidung Undunsyah, maju dalam pilkada Tarakan 2018.

Ia mencalonkan diri sebagai calon walikota Tarakan, masih dalam satu provinsi dengan kabupaten yang dipimpin suaminya. Umi Suhartini berpasangan dengan Mahrudin Mado. (SUPRI)