Selasa, 25 September 2018 | 06:48:02 WIB

Cuaca Ekstrem Rusak Karang di Laut Australia

Sabtu, 21 April 2018 | 20:27 WIB
  • Foto tak bertanggal yang dirilis Studi Terumbu Karang ARC Centre of Excellence, menunjukkan seorang peneliti menyurvei pemutihan terumbu karang di Great Barrier Reef, Australia. Studi terbaru yang dipublikasikan Nature mengungkapkan dalam dua tahun terakhir, gelombang panas ekstrem telah membunuh setengah karang Great Barrier Reef.

  • Para peneliti melaporkan pemutihan yang parah pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya memicu kematian massal karang. Ini secara drastis mengubah komposisi spesies hampir sepertiga dari 3.863 terumbu individu yang terdiri dari Great Barrier Reef. Kerusakan itu ialah pertanda dari apa yang mungkin terjadi pada masa depan akan kekayaan ekosistem terumbu karang tropis, ujar Terry Hughes, penulis studi terkemuka dan direktur pusat terumbu karang di James Cook University di Townsville, Australia.

  • Hughes dan tim ekolognya meneliti dengan cermat 2.300 kilometer Great Barrier Reef setelah gelombang panas 2016. Survei udara ekstensif mengungkapkan pemutihan karang yang luas antara Maret dan April 2016. Fenomena ini terjadi ketika panas yang berlebihan membunuh atau mengusir ganggang yang disebut Zooxanthellae, yang memiliki hubungan simbiosis dengan karang pembangun terumbu.

  • Hasil amatan menunjukkan, banyak karang, terutama karang di bagian utara terumbu karang, cepat mati karena tekanan panas. Yang lainnya terbunuh lebih lambat, setelah mitra alga mereka diusir. Komposisi kumpulan karang di ratusan terumbu individu berubah secara radikal hanya dalam beberapa bulan gelombang panas.

SYDNEY, LINDO - Panas ekstrem pada 2016 telah merusak Great Barrier Reef di Australia jauh lebih banyak daripada survei awal yang diindikasikan. Gelombang panas menyebabkan pemutihan karang secara besar-besaran yang menarik perhatian dunia.

FOTO: AFP/ARC Centre of Excellence for Coral Reef Studies / LINDO