Selasa, 23 Oktober 2018 | 04:15:21 WIB

Pengadaan Lampu Jalan di Desa Loleo Weda Terindikasi Ada Korupsi

Kamis, 3 Mei 2018 | 23:23 WIB
  • (FOTO: FAISAL/LINDO)

HALTENG, LINDO - Pengadaan Lampu jalan di Desa Loleo, Kecammatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah terindikasi korupsi. Hal tersebut di buktikan dengan adanya temuan data yang tercantum dalam Rancangan Kerja Pembangunan Desa (RKPD) Desa Loleo tahun 2017.

Selain itu ada bukti lain yang ditemukan di lapangan terkait pengadaan lampu jalan yang tertera dalam RKPD di Desa Loleo sebanyak 15 unit, namun yang ada hanya 14 yunit.

Kepala Desa Loleo Ali Masri Latenda saat dikonfirmasi membantah bahkan menuduh pemerintah Kecamatan Weda Selatan menyusun RKPD tidak falit. Sementara utang yang belum dibayar ke disttibutor pengadaan barang dan jasa senilai puluhan juta rupiah. Dia berjanji akan melunasi tangnya di tahun 2018 dan soal penerangan jalan Kades siap memasang kembali tambahan lampu jalan yang belum ada.

"Soal lampu jalan yang ada di Desa Loleo itu masih berutang pada Distributor. Kades juga berjanji akan melunasi utangnya pada tahun ini, ujarnya.

Secara terpisah salah satu staf yang juga pendamping desa saat di konfirmasi menegaskan soal lampu jalan dirinya sudah mengetahui adanya perubahan anggaran yang di setujui di perubahan adalah Rp.227.000.000.

"Yang saya tahu sudah ada perubahan anggarannya dan anggaran itu sudah di setujui dalam perubahan senilai Rp.227.000.000, untuk pembelanjaan 15 unit lampu jalan (solar sel). Jadi Tidak mungkin kalau pengadaan itu masih utang di distributor, karena anggraan 227 juta itu sesuai dengan 15 unit karena dalam satu unit lampu jalan di angggarkan dengan harga 15juta, jadi kalau dikalikan 15 unit maka total anggran Rp.225juta, dan masih ada sisa 2juta dari Rp.227 juta," katanya.

Akan tetapi pengadaan lampu jalan itu tidak sesuai dengan bukti fisik di lapangan.karena bukti fisik di lapangan lampu jalan hanya berjumlah 14 yunit sementara 1 yunit hilang dan anggarannya tidak tau di kemanakan.dan yang lebih fatalnya lagi lampu jalan atau solar sel itu masih ada utang pada Distributor.

Pada saat di konfirmasi ke kepala desa tepatnya di tgl 13 april 2018.dia kades mengatakan bahwa pengadaan lampu jalan (solar sel) tersebut hanya 14 yunit. Memang kalau lampu jalan yang di adakan hanya 14 yunit saja karena anggarannya tidak mencukupi untuk 15 yunit.katanya.

Lanjut kepala desa bahwa data yang di keluarkan oleh pemerintah kecamatan itu tidak sesuai (FAISAL)