Selasa, 14 Agustus 2018 | 22:41:36 WIB

35 Siswa SMAN 7 Tidore Dinyatakan Lulus dengan Nilai Tertinggi

Jum'at, 4 Mei 2018 | 20:32 WIB
  • Para siswa SMAN 7 Kota Tidore Kepulauan sedang berpelukan pada guru kelasnya usai mendengar hasil kelulusan mereka di Tidore, Maluku Utara, Jumat (4/5). (FOTO: RUSLAN/LINDO)

TIDORE, LINDO - Pengumuman hasil ujian nasional (UN) dan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 7 Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara pada Jumat (4/5) berlangsung haru dan penuh histeri oleh para siswa-siswi di sekolah itu.

Acara pengumuman itu di hadiri oleh seluruh orang tua siswa peserta ujian. Sebelum acara pengumuman hasil kelulusan siswa, acara itu diawali dengan beberapa rangkaian acara yakni sambutan dari Kepala Sekolah, kemudian di susul dengan sambutan oleh ketua panitia ujian dan sambutan wali kelas.

Kepala Sekolah Ilham Pandabo dalam sambutannya berharap agar seluruh peserta ujian yang lulus agar tidak mengekspresikan kegembiraannya melebihi batas kewajaran seperti tahun-tahun sebelumnya, seperti pawai atau konvoi lalu mengsemprot seragam dan lain- lain yang bisa meresahkan masyarakat.

"Saya berharap kelulusan saudara-saudari jangan digunakan hal-hal yang melebihi batas. Jangan adakan konvoi atau pawai dijalanan, jangan semprot-semprot seragam kalian, saya juga tidak ingin kalian buat suasana kelulusan anda menjadi resah pada masyarakat," kata Ilham.

Ilham Pandabo dalam keterangannya mengungkapkan saat ujian kemarin jumlah peserta ujian sebanyak 36 siswa, namun yang lulus tahun ini hanya 35 siswa. Sementara satu orang siswa yang tidak lulus karena tidak mengikuti ujian sekolah berstandar nasional.

"Yang lulus ada 36 siswa, sementara satu orang siswa dinyatakan tidak lulus karena tidak bisa mengikuti ujian berstandar nasional," ujarnya.

Dia juga menambahkan tingkat kelulusan siswa peserta ujian pada tahun ini dengan nilai rata-rata untuk USBN 83-84, sedangkan UN nilai rata-rata 78, artinya bahwa tingkat kelulusan tahun ini adalah yang paling terbaik karena melebihi standar yang di tentukan secara Nasional.

"Tingkat kelulusan siswa peserta ujian pada tahun ini dengan nilai rata-rata untuk USBN 83-84, sedangkan UN nilai rata-rata 78, artinya bahwa tingkat kelulusan tahun ini adalah yang paling terbaik karena melebihi standar yang di tentukan secara Nasional," tandasnya.

Setelah mendengar hasil kelulusan dan dinyatakan lulus, para siswa-siswi langsung mengekspresikan kegembiraanya dengan berjabat tangan dengan semua dewan guru sambil menangis meratap tersungkur.

Sementara itu, Ketua Osis SMA Negeri 7 yang juga merupakan peserta ujian yang dinyatakan lulus Vredli Romah Ropen menjelaskan bahwa mereka sangat menyesal dengan segala tindakan yang tidak terpuji terhadap para guru dan menyakitkan hati guru, karena menurutnya guru adalah motivator yang menghantarkan mereka untuk menggapai cita-cita mereka.

"Saya merasa menyesal dan berdosa terhadap guru yang selama ini yang membimbing kami. Kami banyak buat kesalahan-kesalahan yang tidak terpuji terhadap semua guru, mohon maaf yah guru-guruku," tuturnya.

Salah satu orang tua murid Yelse Banua kepada LINDO memberikan ucapan terimakasih kepada semua guru yang telah berupaya keras memperjuangkan anak-anak mereka hingga ke ujung keberhasilan.

"Sebagai orang tua saya ucapkan banyak terimakasih kepada semua guru-guru yang telah berupaya untuk memperjuangkan anak-anak kami sampai pada jenjang keberhasilan, sehingga kami akan melanjutkan anak-anak kami ke bangku pendidikan yang lebih tinggi lagi," paparnya.

Sesuai pantauan LINDO dari pukul 16.00 hingga pukul 18.30 Wit, tidak ada kegaduhan dari siswa-siswi yang melakukan mengekspresikan kegembiran seperti pawai, konvoi dan budaya semprot seragam sekolahnya. (RUSLAN)