Minggu, 16 Desember 2018 | 20:10:52 WIB

Operasi di Mako Brimob, Sisa 10 Napi Diserbu lalu Menyerah

Kamis, 10 Mei 2018 | 12:10 WIB
  • Situasi sekitar Mako Brimob, di Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5). (FOTO: TIRTO/LINDO)

DEPOK, LINDO -  Sebanyak 155 narapidana dan tahanan terorisme di Rutan Cabang Salemba, Kompleks Mako Brimob Kelapa Dua telah menyerahkan diri ke pihak kepolisian. Seluruh narapidana yang melakukan penyanderaan tersebut kini tengah dipindahkan ke Nusakambangan.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan, para narapidana terorisme itu menyerah tanpa syarat pada Kamis (10/5) menjelang fajar.

Wiranto menjelaskan awalnya setelah aparat melakukan ultimatum, sebanyak 145 napi dan tahanan langsung menyerah. Namun, masih ada 10 napi yang belum mau menyerah, maka aparat keamanan tetap melaksanakan serbuan di lokasi.

“Bagi sisa teroris yang tidak menyerah dilakukan serbuan oleh aparat keamanan di lokasi bertahan mereka, dalam kontak tembak yang berlangsung singkat 10 orang teroris menyerah,” jelas Wiranto dalam keterangan pers tentang penanganan kerusuhan di Mako Brimob, Kamis.

Menkopolhukam menyayangkan tindakan napi teroris yang menimbulkan peristiwa kerusuhan yang menyita perhatian masyarakat Indonesia, bahkan dunia.

"Pelaku kerusuhan yang kita hadapi adalah penindak terorisme di dalam tahanan, seharusnya sadar akan perbuatannya, tapi mereka justru melakukan kekejaman, dengan menyandera merampas senjata, menyiksa, bahkan membunuh para petugas dengan cara-cara yang kejam dan keji," tutur Wiranto.

Pada kesempatan itu, Wiranto juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dan apresiasi pemerintah serta aparat keamanan untuk penyelesaian kasus ini dengan tenang dan tetap berlandaskan hukum.

Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin mengatakan seluruh operasi untuk meredam kerusuhan di rumah tahanan itu telah berakhir pada pukul 07.15 WIB.

"99 persen kejadian bisa terselesaikan tanpa ada korban lagi. Sekarang ini masih proses sterilisasi," kata dia. (TIRTO)