Jumat, 16 November 2018 | 08:43:11 WIB

Pekerjaan Jembatan Amburadul, PT Aebinabi Tinggalkan Hutang Ratusan Juta pada Warga

Minggu, 13 Mei 2018 | 13:05 WIB
  • Inilah pembangunan jembatan yang di kerjakan oleh PT. Aebinabi yang dinilai gagal total serta meninggalkan hutang ratusan juta rupiah. (FOTO: UPI/LINDO)

HALSEL, LINDO - Pekerjaan jembatan milik Kementrian Umum dan Perumahan Rakyat, dari Satuan Kerja (Satker) wilayah II Maluku Utara yang di kerjakan oleh PT. Aebinabi pada ruas jalan Matutin-Saketa dengan pagu anggaran senilai 47 miliyar di tahun anggaran 2017 dan hingga kini jalan tersebut belum juga di selesaikan tunggakan berupa matrial dan semboka pada warga Desa Daketa dan Desa Koititi, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut).

Ketua Devisi LSM Institut Demokrasi Halsel Muhammad Saifudin menjelaskan terkait dengan matrial jembatan pihak pelaksana hingga kini belum sepeserpun membayar material berupa batu, sementara pekerjaan sudah di selesaikan pada delapan yang bulan lalu.

"Material batu kali ini di kumpulkan oleh warga dalam dua kelompok, kelompok satu sebanyak 173 ret, dan kelompok dua sebanyak 165 ret, total  320 ret. dikalihkan dengan harga batu per ret Rp.550.000 ditambah retasi per ret Rp.550.000. Total tunggakan material batu sebesar Rp. 352.000.000.  Sementara sembako senilai Rp.12.934, alat mobil Rp.8.750.000, untuk BBM dan timbunan hingga kini belum juga di rampungkan, namun diprediksi mencapai setengah miliar rupiah," ungkap Muhammad Saifudin.

Muhammad Saifudin juga menambahkan, warga sempat mau membongkar jembatan untuk mengambil kembali maetrial milik mereka, namun di halangi oleh pihak kepolisian untuk di mediasi, namun hingga kini pihak perusahan PT. Aebinabi yang dipimpin oleh saudara Udin), ketika di konfirmasi hanay menyampaikan bahwa ia telah menyerahkan persoalan itu kepada saudara Idris selaku sub penanggungjawab, sementara Idris selama delapan bulan ini hanya menjanjikan dari bulan ke bulan untuk di selesaikan.

"Mereka saling lempar tanggungjawab, saat warga menagih utang mereka," tutur Muhammad Saifudin.

Muhammad Saifudin menambahkan di saat menemui kedua kelompok pemilik matrial tersebut, Ali dan Abubakar adalah ketua kedua kelompok itu menyampaikan jika sampai tanggal 15 pihak perusahan tidak menyelesaikan matrial mereka terpaksa mereka membongkar jembatan untuk mengambil batu milik mereka untuk di jual kembali.

"Jika sampai tanggal 15 pihak perusahan tidak menyelesaikan matrial mereka terpaksa mereka berjanji membongkar jembatan untuk mengambil batu milik mereka untuk di jual kembali," papar Muhammad Saifudin. (ANTO)